Cipto Junaedy Ajarkan Semangat Berbagi dan Hidup Tanpa Utang di Gramedia Pandanaran

Cipto dikenal sebagai penulis dalam hal stategi bisnis properti yang kerap melontarkan jargon "Jago tanah dan jago tanpa utang dalam berbisnis"

Cipto Junaedy Ajarkan Semangat Berbagi dan Hidup Tanpa Utang di Gramedia Pandanaran
Tribun Jateng/M Alfi Mahsun
Cipto Junaedy dalam bedah buku Strategi B25 di Gramedia Pandanaran 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muhamad Alfi M

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penulis Buku Motivasi Bisnis, Cipto Junaedy, menarik perhatian pengunjung Toko Buku Gramedia Pandanaran, Jumat (11/11/2016) sore saat melontarkan kata-kata "Kita hidup tak sebesar dompet dan penghasilan kita tapi tak terbatas jika mau belajar," di tengah counter buku di lantai dua.

Beberapa pengunjung terlihat ada yang duduk di kursi yang disediakan di tengah ruangan dan ada yang mendengarkan sambil berdiri di samping rak-rak dan tumpukan buku.

Cipto dikenal sebagai penulis dalam hal stategi bisnis properti yang kerap melontarkan jargon "Jago tanah dan jago tanpa utang dalam berbisnis".

Keempat buku yang dia kenalkan yakni, Strategi Membeli Banyak Properti Tanpa Uang Tanpa KPR, 6 Bulan Bisa Beli Properti Kontan Tanpa Utang Tanpa KPR, Kata-Kata Leecutan Harian 101 Kali, dan Strategi B25.

"Dalam mengurus rumah tangga apalagi bisnis utang sebaiknya tidak ada atau jangan sampai lebih dari 30 persen dari harta kita. Kalau lebih dari itu ibaratnya seorang yang mencalonkan jadi pemimpin, jangan urusi orang lain dulu perbaiki dulu rumah tangga kita," kata Cipto di awal-awal acara bedah buku empat judul karyanya itu yang difasilitasi Gramedia Pandanaran.

Dia menganalogikan sebuah kerajaan atau pemerintahan akan langeng bukan karena mencekek rakyatnya dengan pajak untuk membayar utang. Namun kerajaan yang diinginkan adalah yang memberikan kesejahteraan pada rakyat.

Cipto menurunkan analogi itu pada pribadi seseorang. Zaman saat ini orang saat diminta berbisnis dengan membeli ruko di Jalan Pandanaran dengan nilai Rp 5 miliar, kebanyakan orang yang diminta akan mengernyitkan dahi.

"Nah ini, jangan membatasi hidup kita sesuai dompet dan penghasiln kita. Pencipta kita itu besar, untuk bisa meraih permintaan itu kita harus berajar. Pencipta kita besar dan tidak pernah punya utang, ya kan," imbuh Cipto dalam uraianya.

Pria asal Semarang ini juga menyentil keputusan seseorang juga kadang terbentur pada tiga hal yakni, diri sendiri, isttri, dan bos di tempat kerja. Ini yang membuat seseorang ragu dalam berbisnis dan hanya berpikir berapa modal? Untuk dapat modal utang ke mana?

Halaman
12
Penulis: m alfi mahsun
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved