KISAH Laskar Rahtawu Juara Umum Festival Teater Pelajar, Dari Cindirela Sampai Malin Kundang

Ketika memerankan Bundo dalam The Legend of Malin Kundang, ia harus berganti kostum dan make-up dalam waktu hanya 15 detik.

KISAH Laskar Rahtawu Juara Umum Festival Teater Pelajar, Dari Cindirela Sampai Malin Kundang
TRIBUN JATENG/YAYAN ISRO ROZIKI
Peraih penghargaan aktor terbaik, aktris terbaik, dan pemeran pembantu terbaik tingkat SMP dalam FTP Kudus 2016 berunjuk peran di ruang kelas SMPN 3 Satu Atap Gebog, Rabu (30/11/2016). 

‎Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Berada di daerah pinggiran yang jauh dari pusat kota bukan halangan untuk berprestasi.

Siswa SMPN 3 Gebog, Kudus, atau biasa dikenal sebagai SMP Satu Atap (Satap) Rahtawu membuktikannya.

Siswa sekolah yang ada di kaki Pegunungan Muria ini menyabet tujuh dari delapan penghargaan dalam gelaran Festival Teater Pelajar (FTP) 2016 Se-Kabupaten Kudus.

Berawal dari ‎ekstrakurikuler Bengkel Bahasa, mewadahi kegiatan siswa belajar segala hal mengenai Bahasa Indonesia, terbentuklah Teater Negeri Satu Atap (NSA) pada 2015.

Mereka baru dua kali mengikuti Festival Teater Pelajar (FTP) di Kudus.

Tahun ini,  Teater NSA sukses menjadi juara umum tingkat SMP.

Berlakon “The Legend of Malin Kundang”, mereka menyabet penghargaan teater terbaik, aktor terbaik (Khoirul Anam), aktris terbaik (Wahyuningtyas), aktris pembantu terbaik ‎(Nurul Marisa), penata artistik terbaik (Sugiyono), sutradara terbaik (Sugiarto), dan teater favorit versi panitia.

Wahyuningtyas mengaku sudah lama menaruh minat berteater.

Menurutnya, ekskul ini berbeda dari kegiatan lain.

"Dalam berteater kita butuh kesabaran, kedisiplinan, mengasah kreatifitas, dan menuntut totalitas," jelas Tyas.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: yayan isro roziki
Editor: abduh imanulhaq
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help