Meski Banyak Demo, Nilai Investasi ke Indonesia Justru Makin Meningkat

demonstrasi yang dilakukan sejumlah organisasi masyarakat di Indonesia tidak akan mengurangi dukungan investor

Meski Banyak Demo, Nilai Investasi ke Indonesia Justru Makin Meningkat
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan, demonstrasi yang dilakukan sejumlah organisasi masyarakat di Indonesia tidak akan mengurangi dukungan investor kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Menurut Thomas, walau ada demo, namun dukungan investor terhadap pemerintahan Joko Widodo semakin menguat.

Kenapa bisa begitu?

"Sesuatu yang mengejutkan bagi saya dalam pertemuan dengan investor setelah dua tahun reformasi ekonomi dan dua tahun presiden keliling dunia. Ternyata, kepercayaan investor sekarang sudah sangat kuat," ujar Thomas dalam Media Briefing Forbes Global CEO Conference di Hotel Shangri La, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Thomas menjelaskan, menguatnya dukungan investor karena Presiden Joko Widodo dikenal sebagai pemimpin yang pro investasi pada investor lokal maupun asing.

Apalagi, demo tersebut dinilai investor sebagai proses kematangan kondisi politik di Indonesia. 

"Saya kira saat ini Presiden Joko Widodo terkenal di dunia sebagai pemimpin yang pro rakyat, pro investasi dan pro pluralisme. Sehingga terus terang, banyak demo semakin banyak dukungan mancanegara kalangan internasional pada beliau," katanya.

Thomas juga mengungkapkan, adanya demo tidak akan menghambat pencapaian investasi pada tahun ini. Dia optimistis investasi pada 2017 akan melebih tahun ini. 

"Saya kira minimum target di 2017 tidak kalah ambisius dibanding 2016," tandasnya. 

Sekadar informasi, pada kuartal II 2016 realisasi investasi asing dan dalam negeri di Indonesia sudah mencapai Rp 155,3 triliun.

Sementara, total investasi secara kumulatif sepanjang Januari hingga September mencapai Rp 453,4 triliun.  (KOMPAS.com/Achmad Fauzi)

Ikuti kami di
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help