Sopir Angkot Tuntut Larangan Ngetem di Depan Pasar Dicabut, Ini Penjelasan Pemangku Kebijakan

Pihaknya menyadari keberadaan Subterminal Plasa tak mampu menampung semua angkot, tapi sedikit mengurangi kemacetan di depan pasar.

Sopir Angkot Tuntut Larangan Ngetem di Depan Pasar Dicabut, Ini Penjelasan Pemangku Kebijakan
HUMAS POLRES TEMANGGUNG
Perwakilan awak angkot yang mogok bertemu dengan para pemangku kebijakan di gedung DPRD Temanggung, Rabu (30/11/2016). 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG – Ratusan supir angkot dari segala jurusan di Temanggung menggelar aksi mogok di sepanjang Jalan S Parman, Pasar Kliwon, Temanggung, Rabu (30/11/2016).

Mereka menuntut agar larangan mangkal di depan pasar tersebut dicabut.

Para sopir angkot juga meminta Dinas Perhubungan Temanggung menertibkan parkir dan pedagang kaki lima yang ikut menyebabkan kemacetan di sekitar pasar.

Anggota DPRD Temanggung Slamet Eko Wantoro yang menerima perwakilan awak angkot menuturkan, kebijakan teknis penataan lalu lintas angkot sepenuhnya masuk ranah Dishub.

“Lalu lintas di depan Pasar Kliwon selama ini selalu macet. Dari hasil diskusi dengan Dishub, ada pengaturan angkot agar tidak berhenti di depan pasar  yang menyababkan kemacetan. Kemudian di depan pasar harus ada jalan selebar 6 meter agar tidak menimbulkan kemacetan,” tutur Slamet.

Baca: Dilarang Mangkal di Depan Pasar, Ratusan Angkot Mogok Beroperasi, Diparkir di Tepi Jalan

Pernyataan senada diungkapkan Heri Ibnu Wibowo dari Dishub Temanggung.

Menurutnya, kemacetan di depan Pasar Kliwon bukan hanya disebabkan angkot.

Dia mengakui ada andil parkir kendaraan dan pedagang kaki lima yang kurang tertib.

Heri menyebut insansinya sudah berkoordinasi dengan para pemangku kebijakan agar lalu lintas di depan Pasar Kliwon menjadi lancar.

Pihaknya menyadari keberadaan Subterminal Plasa tak mampu menampung semua angkot, tapi sedikit mengurangi kemacetan di depan pasar. 

“Dishub akan mengatur angkot yang melewati Pasar Kliwon dialihkan ke jalan lingkar pasar, kemudian mangkal  di Subterminal Plasa. Ternyata para awak angkot menawar dengan cara mogok beroperasi seperti siang ini,” ujar Heri.

Wakil dari kepolisian, Kabag Ops  Polres Temanggung Kompol Edy Suprapto, menjelaskan pihaknya hanya berharap lalu lintas di depan Pasar Kliwon lancar sesuai mekanisme yang sudah diatur oleh Dishub.

“Kepolisian mendukung aturan yang diterapkan Dishub. Kalau aturan tersebut dipatuhi pasti akan berjalan tertib dan indah serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat lain,” ungkap Edy.

Pertemuan tersebut memutuskan Dishub akan berkoordinasi dengan pihak terkait tentang penerapan aturan larangan angkot ngetem di depan Pasar Kliwon.

Setelah mendapat penjelasan dari legislatif, eksekutif, dan kepolisian, selanjutnya awak angkot membubarkan diri dan beroperasi kembali. (tribunjateng/humaspolrestemanggung)

Ikuti kami di
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help