Ngopi Pagi

Menjaring Investor ke KIK

Megaproyek Kawasan Industri Kendal (KIK) mulai menggeliat. Pelan tapi pasti, proyek yang digadang-gadang bisa menjadi motor penggerak roda

Menjaring Investor ke KIK
Tribun Jateng/ponco wiyono
Tenda-tenda besar yang disiapkan untuk acara peresmian Kawasan Industri Kendal mangkrak, seperti terlihat pada Rabu (24/82016). Sakitnya Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, membuat acara peresmian yang rencananya digelar Kamis (25/8/2016) sementara dibatalkan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Megaproyek Kawasan Industri Kendal (KIK) mulai menggeliat. Pelan tapi pasti, proyek yang digadang-gadang bisa menjadi motor penggerak roda perekonomian di Jateng itu mulai diminati investor.

Setelah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, proyek pembangunan KIK langsung tancap gas. Target pengelola, tahun 2018 semua fasilitas infrastruktur pengembangan tahap pertama rampung dan siap digunakan oleh pemakai.

Tak butuh waktu lama untuk menggaet investor, baru hitungan hari setelah diresmikan, sebanyak 23 perusahaan sudah resmi bergabung dengan KIK. Bahkan satu di antaranya sudah mulai beroperasi.

PT Tat Wai bukanlah perusahaan sembarangan. Tat Wai adalah sebuah perusahaan besar dari Singapura yang bergerak di bidang dekorasi interior. Perusahaan ini sudah eksis di kancah bisnis Singapura sejak tahun 1982.

Tat Wai menyuplai furniture untuk proyek-proyek lokal, industri maritim dan memberikan dukungan untuk operasional Singapura seperti interior kapal pesiar, kapal feri, termasuk hotel dan kondominium.

Sejak Agustus 2016, perusahaan ini dengan percaya diri ekspansi bisnis di Kawasan Industri Kendal Kendal. Kini Tat Wai didukung 30 karyawan pelatih dan ke depan menjadi 50 karyawan.

Sayangnya, meski tetap optimis mengembangkan bisnisnya di Kendal, masih ada keluhan yang muncul dari Tat Wai.

Listrik yang masih byar pet di kawasan KIK menjadi kendala tersendiri bagi Tat Wai untuk tetap beroperasi normal. Pengelola Tat Wai khawatir kondisi listrik yang sering padam akan membuat mesin-mesin pabrik mengalami kerusakan.

Fasilitas lain yang sangat dibutuhkan perusahaan adalah water treatment dan power plant sebagai infrastruktur vital yang harus ada agar produksi perusahaan tidak terganggu.

Pengelola Tat Wai menyadari bahwa KIK memang sedang dalam tahap pengembangan, namun dengan sudah menerima perusahaan untuk beroperasi di sana, sudah selayaknya pengelola menyediakan kebutuhan dasar sebuah perusahaan.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved