Balai Karantina Ikan Semarang Terapkan QR Code, Tutup Celah Eksportir Nakal

Woro menyebut QR Code merupakan aplikasi pelayanan untuk permohonan pemeriksaan Karantina Ikan dan Mutu.

Balai Karantina Ikan Semarang Terapkan QR Code, Tutup Celah Eksportir Nakal
TRIBUNNEWS
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang menerapkan Quick Response Code (QR Code) dalam pelayanan publik.

Sistem online ini bertujuan menutup celah eksportir nakal dan praktik pungutan liar (pungli).

Kepala BKIPM Semarang Woro Nur Endang Sariati menyebut fitur QR Code merupakan pengembangan pelayanan publik dari aplikasi online BKIPM Semarang di bidang pelayanan.

Aplikasi tersebut adalah Sistem Terintegrasi Karantina Ikan Online (Sisterkaroline) dan Pengajuan Permohonan Karantina (PPK) Online.

"Untuk membaca QR Code, menggunakan QR Reader yang dapat diunduh secara gratis di smartphone. Baik yang bersistem operasi Android maupun IOS dari Apple," ujar Woro dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (15/12/2016).

Woro menyebut QR Code merupakan aplikasi pelayanan untuk permohonan pemeriksaan Karantina Ikan dan Mutu.

Outputnya adalah pencetakan Sertifikat Kesehatan atau Health Certificate (HC) secara online.

"Aplikasi ini mengurangi tatap muka pengguna layanan dengan petugas karantina. Jadi lebih efektif dan efisien dalam penerbitan HC. Pengguna layanan cukup sekali datang ke kantor, pada saat mengambil HC. Selebihnya diurus melalui online," terangnya.

QR Code membuat keaslian dan keakuratan data yang tercetak di HC lebih terjamin.

Juga memudahkan pencetakan Surat Persetujuan Muat (SPM) jika produk dikirim di luar wilayah BKIPM Semarang.

Keunggulan lain dari penggunaan QR Code yakni eksportir dapat mengirimkan tautan yang dibaca dari QR Code kepada pembeli di negara tujuan.

Pembeli pun akan lebih cepat dan akurat mengetahui data dari produk yang akan dikirimkan, setelah HC diterbitkan.

"Hal yang tak kalah penting, QR Code dapat digunakan mengendalikan ekspor. QR Code yang tertera pada HC, akan menutup celah bagi eksportir nakal. Meski dapat memalsu sama persis dengan HC yang terbit, SPM tidak akan bisa terbit karena akan mudah diketahui oleh petugas dengan QR Reader melalui smartphone," tandas Woro. (*)

Penulis: galih priatmojo
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help