TribunJateng/

Icip icip Kuliner

Banyak Mengandung Kalsium, Begini Proses Pembuatan Kerupuk Rambak Khas Kendal

Di Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal terdapat sentra pengolahan kerupuk rambak yang telah ada sejak 12 tahun lalu

Banyak Mengandung Kalsium, Begini Proses Pembuatan Kerupuk Rambak Khas Kendal
Tribun Jateng/Shela Kusumaningtyas
Kerupuk kulit sapi 

TRIBUNJATENG.COM - Di Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal terdapat sentra pengolahan kerupuk rambak yang telah ada sejak 12 tahun lalu.

Sang pemilik, Muhtadin mengatakan berguru dari sang paman yang mempelopori kehadiran kerupuk rambak pada tahun 1990-an.

“Pakde saya awalnya justru ikut bekerja ke keluarga kami di tempat pemotongan hewan. Sang istri lalu bikin kerupuk rambak sayur, kalau orang Jawa bilang godril. Ternyata sering rusak karena terlalu mengembang kulitnya. Maka bikinlah kerupuk rambak Wijoyo,” ujar pria yang bertempat tinggal di depan pabrik pengolahan krupuk rambak.

Setelah lima tahun memproduksi kerupuk rambak, akhirnya Disperindag Kendal memutuskan kerupuk tersebut sebagai salah satu ikon kuliner di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang ini.

Tribun Jateng sempat mengintip proses penggorengan dan pengepakan kerupuk rambak yang biasanya dimulai pada pukul 14.00 WIB hingga larut malam.

l

Para pegawai terlihat cekatan dan gesit. Ada yang bertugas mengawasi tingkat kematangan kerupuk. Ada yang memindahkan kerupuk setengah matang ke wajan untuk tahap akhir.

Dikatakan Muhtadin, sapi yang diambil kulitnya haruslah yang berumur satu tahun agar menghasilkan rambak yang gurih.

Pertama-tama, kulit sapi yang telah dilepaskan dari daging sapi, disiram dengan air panas agar lunak dan terbebas dari kotoran. Kulit lalu dipotong memancang kecil-kecil. Kemudian direbus selama satu setengah jam.

Setelah itu, kulit diangkat untuk menuju tahap penjemuran. Muhtadin mengutamakan proses penirisan air yang terkandung di kulit sapi saat dipanaskan di terik matahari selama dua hari. Apabila cuaca tidak mendukung, barulah ia memakai oven untuk mengeringkan kulit sapi.

Menurut Muhtadin, meskipun tidak memengaruhi rasa, proses pengovenan berimbas kepada warna kerupuk rambak.

Halaman
12
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help