Mengintip Studio Rekaman Lokananta Solo, Mixer Recording yang Dipakai Cuma Ada 2 di Dunia

Pecinta musik wajib menyempatkan diri singgah di Lokananta ketika berada di Solo

Mengintip Studio Rekaman Lokananta Solo, Mixer Recording yang Dipakai Cuma Ada 2 di Dunia
Tribun Jateng/Shela Kusumaningtyas
Rudi Lehhor bersama konsol musik yang hanya tersisa dua di dunia, Lokananta dan BBC London 

TRIBUNJATENG.COM - Pecinta musik wajib menyempatkan diri singgah di Lokananta ketika berada di Solo.

Pasalnya, tempat yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani 387, Solo ini memiliki peninggalan peralatan musik zaman dulu yang masih bisa berfungsi.  Kualitasnya pun tidak perlu diragukan lagi dibandingkan alat buatan era sekarang.

Tak sulit menjangkau studio ini, jaraknya hanya sekitar dua kilometer dari Stasiun Purwosari, Solo.

Tribun Jateng berkesempatan mengintip studio Lokananta. Operator studio sekaligus teknisi suara di sini, Rudi Lehhor menerangkan, Lokananta merupakan studio rekaman pertama kali di Indonesia.

Rudi Lehhor bersama konsol musik yang hanya tersisa dua di dunia, Lokananta dan BBC London
Rudi Lehhor bersama konsol musik yang hanya tersisa dua di dunia, Lokananta dan BBC London

Dulunya, suara yang diperdengarkan di Radio Republik Indonesia dahulu kala merupakan kiriman dari Lokananta.

“Di sini ruang mixing, matering bagi sound engginering. Mixernya di sini cuma ada dua tok masih dipakai di dunia. Satu di BBC London, satunya di Lokananta,” ucap pria asal Solo ini dengan bangga.

Pria yang sempat bergabung sebagai pengelola sekolah musik Ahmad Dhani ini menceritakan, konsol musik yang kini dipertahankan di Lokananta ini rencananya pernah akan dimuseumkan. Tentu saja ide tersebut ia tentang. Argumen penolakan pun ia lontarkan.

“Oh jangan sampai dimuseumkan. Soalnya frekuensi yang dihasilkan secara analognya itu sangat-sangat lebih berlipat-lipat suaranya daripada yang digital. Lebih tebal dan gemuk. Apa yang diambil, colornya kurang lebih sama 90 persen sama,” bebernya mengisahkan keberadaannya dua tahun lalu untuk menjaga Mixer Trident London Series 80 B. 

Semenjak mixer ini tetap dipergunakan, semakin banyak musisi yang mempercayakan karyanya direkam di Lokananta. Menurut Rudi, prestis rekaman di Lokananta tentu beda karena nilai sejarah yang terkandung di tempat ini.  

Ruang studio di Lokananta yang tak kalah kualitasnya dengan Abbey Road Studio di Inggris
Ruang studio di Lokananta yang tak kalah kualitasnya dengan Abbey Road Studio di Inggris

“Apalagi akustik ruang yang ada di studio betul-betul mewah. Jadi diffuser yang ditata di studio ini juga dipakai di Abbey Road Studio, Inggris. Sering dipakai Muse kalau di sana. Kalau di sini, akustiknya lebih gede dan ruangannya lebih tinggi daripada yang di Inggris, cuma seperempatnya. Bahkan ada ahli musik dari luar negeri yang penasaran ingin membuktikan,” papar pria berambut gondrong ini.

Rudi mempersilakan pengunjung yang ingin tahu dengan studio legendaris di Lokananta. Ia mengingatkan, para pengunjung tidak boleh sembarangan memegang alat-alat yang ada. Disamping faktor umurnya yang sudah tua, alat-alat tersebut juga memerlukan perawatan khusus.

Ruang studio di Lokananta yang tak kalah kualitasnya dengan Abbey Road Studio di Inggris
Ruang studio di Lokananta yang tak kalah kualitasnya dengan Abbey Road Studio di Inggris

Rudi mengatakan, studio yang bagus untuk take drum dan vokal pasti dijamin berkualitas untuk keseluruhannya.

Inilah yang menggerakkan para musisi melirik Lokananta. Saking banyaknya musisi yang bergiat merekam suaranya di Lokananta, Rudi bahkan sampai tidak bisa menyebutkannya.

“Banyak banget. Terakhir yang aku kerjakan, ada drummernya Sirkus Barock, Hidden Band Rock and Roll yang genrenya Rockabilly, Loka Band, lupa ya lainnya. Mas Glenn (Glenn Fredly, red) juga ke sini,” ujarnya. (Shela Kusumaningtyas/magang tribunjateng)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help