TribunJateng/

Pengelola Bandara di Cilacap Larang 2 Pilot Susi Air Terbangkan Pesawat karena Positif Morfin

Bahkan, dia mendekati salah seorang awak media dan membalikkan kamera telepon seluler yang mengarah kepadanya sambil berjalan meninggalkan ruang

Pengelola Bandara di Cilacap Larang 2 Pilot Susi Air Terbangkan Pesawat karena Positif Morfin
Tribunnews

TRIBUNJATENG.COM - Pengelola Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah, melarang dua pilot Susi Air menerbangkan pesawat tujuan Halim Perdanakusuma, Jakarta, karena berdasarkan pemeriksaan urin oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Cilacap, diketahui positif morfin.

Dalam pemeriksaan urine yang dipimpin langsung Kepala BNNK Cilacap, Ajun Komisaris Besar Polisi Edy Santosa, di Bandara Tunggul Wulung, di Cilacap, Rabu, itu petugas menjaring seluruh awak pesawat yang baru mendarat, siswa sejumlah sekolah penerbangan, dan pekerja di bandara itu.

Dari pantauan, salah seorang pilot Susi Air, yang dimiliki Susi Pudjiastuti yang kini menteri Kelautan dan Perikanan, yang baru mendarat dari Jakarta, BH, sempat menolak ketika diminta menjalani pemeriksaan urine oleh Santosa.

Bahkan, dia mendekati salah seorang awak media dan membalikkan kamera telepon seluler yang mengarah kepadanya sambil berjalan meninggalkan ruang kedatangan.

Akan tetapi, setelah dilakukan pendekatan oleh Kepala Bandara Tunggul Wulung, Faizal M, kru Susi Air, dan sejumlah petugas, BH akhirnya bersedia menjalani pemeriksaan urine dan hasilnya diketahui positif morfin.

Rekan BH, yakni DE yang lebih dulu menjalani pemeriksaan urine juga diketahui positif morfin.

Informasi yang dihimpun, BH dan DE yang merupakan warga negara asing itu secara bergantian menjadi pilot dan kopilot dalam penerbangan Halim Perdanakusuma-Cilacap pergi pulang.

Saat ditemui wartawan, Faizal mengatakan, pihaknya dibantu BNN melakukan pengawasan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

"Kami sangat mendukung kegiatan yang dilakukan BNN Kabupaten Cilacap," katanya.

Terkait dua pilot yang positif morfin, dia mengatakan temuan tersebut belum final karena berdasarkan informasi dari manajemen maskapai, mereka akan mendatangkan dokter untuk mengklarifikasi dengan BNN.

Halaman
123
Editor: muslimah
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help