Sungai Dombo Akan Dikeruk, Ratusan Warga Demak Korban Banjir Baca Al Fatihah Bersama

Sungai Dombo Akan Dikeruk, Ratusan Warga Demak Korban Banjir Baca Al Fatihah Bersama di depan kantor BBWS, Rabu (11/1/2017)

Sungai Dombo Akan Dikeruk, Ratusan Warga Demak Korban Banjir Baca Al Fatihah Bersama
TRIBUNJATENG/RIVAL ALMANAF
Kepala Harian BBWS Pemali Juana, Bambang Astoto didampingi Kepolisian Sektor Pedrungan, menjanjikan sungai Dombo akan segera dikeruk ditengah kerumunan peserta aksi normalisasi sungai, Rabu (11/1/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Peluh ratusan warga Sayung Demak ketika mengikuti aksi menuntut normalisasi sungai Dombo di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Rabu (11/1/2017) berakhir dengan harapan yang membuncah.

Selama kurang lebih dua jam mereka menunggu perwakilan warga berdiskusi dengan pihak BBWS di dalam kantor. Sengatan sinar matahari yang tampak terang di bulan Januari seolah tak dirasa oleh orang-orang yang sudah biasa terendam banjir ini.

Ketegangan dengan security dan tim pengaman aksi memang sempat terjadi di tengah cuaca panas siang itu. Tepat pukul 11.30 perwakilan warga keluar dari kantor BBWS, massa tak lama merapatkan barisan.

Tampak diantara perwakilan warga keluar dari kantor didampingi Kepala Harian BBWS Pemali Juana, Bambang Astoto. Pria berkemeja putih tersebut kemudian meraih pengeras suara dan berbicara di tengah-tengah peserta aksi.

"Sebelumnya saya ucapkan permohonan maaf karena sudah rela berpanas-panasan di siang hari ini tadi kami di dalam memang sudah menyepakati beberapa hal dari tuntutan bapak ibu semua," terang Bambang.

Ia menambahkan, kesepakatan diantaranya adalah pihak BBWS akan segera menurunkan dua alat berat yang akan mulai beroperasi di sungai Dombo hari Kamis (12/1).

"Kami sampai dengan akhir tahun 2017 akan melakukan pengerukan sedimen tapi masih terbatas separo, karena sisanya akan kami upayakan di 2018," jelas Bambang di hadapan ratusan peserta aksi.

Sedangkan untuk perbaikan pintu air, pembuatan pintu air baru, rumah pompa, dia menurunkan tim untuk bisa mengkaji lebih lanjut.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga sempat menyampaikan permohonan maafnya di hadapan warga korban banjir. "Ini memang sudah menjadi kewajiban kami mohon maaf sebelumnya jika kami dianggap melakukan keteledoran," ucap Bambang.

Sambutan pria berkemeja putih tersebut seketika disambut takbir ratusan warga. Sebagai wujud syukur atas munculnya harapan bahwa pengerukan sedimen akan segera dilaksanakan mereka menutup aksi dengan baca surah Al Fatihah bersama-sama. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved