Mi Ayam Organik di Kedai Ikimie Pamularsih, Yummy dan Bergizi

Mi ayam organik ini disebut sang pemilik kedai memiliki kandungan gizi lebih baik daripada mi non organik

Mi Ayam Organik di Kedai Ikimie Pamularsih, Yummy dan Bergizi
Tribun Jateng/ponco wiyono
Semangkuk mi ayam organik. 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, KENDAl - Mi ayam dengan bahan dasar mi buatan pabrik bisa dibilang sudah biasa, namun lain halnya dengan mi ayam organik.

Di Semarang, tidak banyak pedagang yang menawarkan mi jenis ini, dan kedai di Jalan WR Supratman 388 Pamularsih ini merupakan salah satunya.

Kedai Ikimie, didirikan oleh seorang pengusaha bernama Novriadi (48) pada tahun 2016 lalu, menawarkan hidangan berupa mi ayam yang terbuat dari sawi dan buah naga.

Mi ayam organik ini disebut sang pemilik kedai memiliki kandungan gizi lebih baik daripada mi non organik.

Selain itu, bahan mi berupa sawi yang merupakan sayuran hijau disebut Novriadi lebih mudah dicerna serta aman bagi pelaku diet.

"Semua bahan dan bumbu saya buat sendiri. Minya dibuat dari olahan tepung, gula, minyak dan jus sawi, sementara mi yang berwarna merah terbuat dari campuran bahan dan buah naga," kata Novriadi, pada Jumat (13/1/2017).

Buka setiap hari mulai pukul 08.00, kedai ini menyajikan semua hidangan dari bahan segar.

Novriadi sengaja tidak menyetok banyak mi dalam sehari, guna menjaga kesegaran bahan dan rasa.

Sementara untuk menambah cita rasa, Novriadi menambah tauge pada setiap mi yang dihidangkan.

Mengenai rasanya, mi organik kedai Ikimie terasa lezat meski sedikit berminyak. Ada sedikit rasa sawi di lidah, namun tidak mengganggu kenikmatan mi yang sudah dipadu dengan bumbu.

Menurut si pemilik kedai, banyak dari pelanggannya yang cenderung memilih mi organik berwarna hijau dibandingkan mi warna merah yang terbuat dari buah naga.

"Mungkin karena bahannya buah naga yang terdapat buti-butir hitam, itu menjadikan mi terasa manis. Sementara mi dari sawi lebih terasa sayurnya," ungkapnya.

Untuk menikmati semangkuk mi organik ini, cukuplah membayar dengan harga Rp 7.000. Atau, jika pembeli ingin menikmati mi ayam lengkap dengan bakso, cukup membayar seharga Rp 12 ribu.

Lokasi kedai Ikimie ini cukup strategis, yakni di seberang Museum ranggawarsita atau di dekat flyover Kalibanteng. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved