TribunJateng/

Icip icip Kuliner

Bagaimana Jika Hangatnya Rempah Bercampur Cokelat Panas? Ini Menu Baru di Kedai Mbah Jo Semarang

Meminum segelas rempah segar yang berkhasiat memang bisa memulihkan tenaga usai lelah beraktifitas seharian

Bagaimana Jika Hangatnya Rempah Bercampur Cokelat Panas? Ini Menu Baru di Kedai Mbah Jo Semarang
Tribun Jateng/Irzal Adiakurnia
Kedai Jahe Rempah Mbah Jo Semarang juga menyajikan hangatnya rempah tradisional bercampur cokelat panas. 

TRIBUNJATENG.COM - Meminum segelas rempah segar yang berkhasiat memang bisa memulihkan tenaga usai lelah beraktifitas seharian. Namun rempah atau jamu sendiri identik dengan tradisional atau kuno.

Di kedai ini, rempah tak hanya disajikan murni dengan seduhan air panas. Salah satu menu modifikasinya cukup digemari kaum muda di kota Semarang.

Kedai Jahe Rempah Mbah Jo Semarang, menyajikan hangatnya rempah tradisional bercampur cokelat panas.

Kedai Jahe Rempah Mbah Jo Semarang juga menyajikan hangatnya rempah tradisional bercampur cokelat panas.
Kedai Jahe Rempah Mbah Jo Semarang juga menyajikan hangatnya rempah tradisional bercampur cokelat panas.

Kedai rempah yang sudah cukup tersohor dikalangan para pekerja Semarang ini saban hari kerap dipadati para penggemar rempah, tak terkecuali anak muda, diantaranya mahasiswa.

Menu yang cukup unik tersebut seperti menggabungkan minuman cokelat panas yang umum ditemui di kafe-kafe kekinian dengan racikan rempah tradisional di kedainya yang sudah melegenda.

Sajian rempah disini benar-benar alami. Rempah yang sudah di geprek, masih tersaji di gelas, tanpa disaring. Cokelat panas pun bercampur di sela-sela umbi tanaman obat tersebut.

“Ini supaya sari-sari rempah tak terbuang percuma, dan terus larut dalam air yang diminum,” ujar Mbah Jo, sapaan akrab sang pemilik yang kini genap 58 tahun, Rabu (11/1/2017).

Ia menggunakan bubuk cokelat siap saji yang biasa dipakai untuk membuat cokelat panas. Sedangkan rempah yang digunakan ada jahe merah, temulawak, kencur, kunir putih, dan kunir merah.

Pembeli pun rela menikmati segelas jahe rempah hangat dengan berdiri ataupun duduk di kursi-kursi kecil sekitaran warung.
Pembeli pun rela menikmati segelas jahe rempah hangat dengan berdiri ataupun duduk di kursi-kursi kecil sekitaran warung.

Saat disruput hangatnya rempah tersebut berpadu dengan kentalnya cokelat. Rasa rempah pun tersamarkan tipis oleh cokelatnya.

Bubuk cokelat yang digunakan masih murni tanpa gula, sehingga ia menggunakan gula batu sebagai campuran rempahnya agar paduanya terasa manis.

Halaman
12
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help