Festival Semarangan

Hujan Deras, Tarian Gedruk Buka Festival Semarangan Gebyar Pesona Langensari

Meski cuaca hujan, pertunjukkan tarian Gedruk tetap ditampilkan. Antusias pengunjung pun meningkat

Hujan Deras, Tarian Gedruk Buka Festival Semarangan Gebyar Pesona Langensari
Tribun Jateng/daniel ari purnomo
Sejumlah penari Gedruk beraksi di lapangan Langensari Timur, Desa Langensari, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Sabtu (14/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sejumlah penari Gedruk beraksi di lapangan Langensari Timur, Desa Langensari, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Sabtu (14/1/2017). Hujan deras pun sempat turun.

Pertunjukan itu merupakan pembuka Festival Semarangan yang digelar Tribun Jateng dan Paramex. Judulnya Gebyar Pesona Langensari.

Sekitar enam penari berkostum topeng buto dan kerincing di kedua kaki. Mereka anak didik dari sanggar tari Wahyu Sekar Langen Budoyo Rampak Buto.

"Tarian ini berdurasi satu jam," kata Ketua Sanggar, Prayogi (37).

Warga Gedanganak RT 06 RW 06 itu memaparkan tarian Gedruk berkisah tentang pertempuran antara pasukan buto dengan Anoman, saat selamatkan Dewi Sinta. Yogi mengatakan tarian itu pelengkap kisah Ramayana.

"Gedruk ini, nyawanya di kerincing bagian kaki penari. Penari harus berkaki kuat, untuk menimbulkan suara kerincing, saat dihentakkan," terangnya.

Yogi tak membenarkan asal tarian itu asli Kabupaten Semarang. Ia menyebut tarian Gedruk berasal dari Magelang.

Meski cuaca hujan, pertunjukkan tarian Gedruk tetap ditampilkan. Antusias pengunjung pun meningkat. Para pengunjung memilih bertahan di bawah payung maupun tenda-tenda di sekitar panggung utama. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help