TribunJateng/
Home »

Jawa

Ketua GMBI: Kami Akan Minta Ganti Rugi, Kami Rugi Setengah Miliar Rupiah

Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Bogor, Sambas Alamsyah mengaku tidak terima sekretariatnya diserang.

Ketua GMBI: Kami Akan Minta Ganti Rugi, Kami Rugi Setengah Miliar Rupiah
Dokumentasi Humas Polda Jabar
Markas GMBI di Ciampea Bogor dirusak oleh sekelompok orang yang diduga massa FPI jamaah Majlis Arasyafat, Jumat dini hari (13/1/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, BOGOR -- Ketua  Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Bogor, Sambas Alamsyah mengaku tidak terima sekretariatnya diserang.

Menurutnya, aksi anarkis yang dilakukan oleh massa itu merupakan perbuatan melanggar hukum sehingga harus ditindak tegas oleh aparat kepolisian.

"Saya mau kasus ini diproses secara hukum, tidak ada istilah 86 (damai). Kalau perlu ratusan orang itu diproses semua," ujarnya, Jumat (13/1).

Saat insiden penyerangan di kantornya itu berlangsung, Sambas sedang berada di Bandung. "Saat ini saya baru jalan ke Bogor. Mediasi juga saya tugaskan anggota yang ada di Bogor," tambahnya.

Pihaknya berharap, aparat penegak hukum bisa menertibkan ormas yang sering kali meresahkan warga dan selalu berulah.

"Seharusnya mereka lebih ngerti, melakukan perusakan itu perbuatan tidak baik," ungkapnya.

Menurutnya, selama ini pihaknya tidak pernah punya masalah dengan kelompok manapun. Dia juga meminta sekelompok massa yang sudah menghancurkan kantornya itu membayar ganti rugi.

"Kerugian kami hampir setengah miliar rupiah, saya pasti akan minta ganti kerugian kepada mereka," katanya.

Aksi penyerangan membuat warga Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, terkejut. Mereka terbangun ketika mendengar sirene mobil pemadam kebakaran.

Acep Sukasdi, Ketua RW 03, Desa Tegalwaru, kaget ketika melihat sejumlah mobil kebakaran menuju Sekretariat GMBI .

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help