TribunJateng/

Kronologi Meninggalnya Dimas Versi Pesantern, Alif: Saat di Pondok Dia Masih Bernafas

Tiga pengurus pesantren juga menunjukkan di lokasi penganiayaan di asrama putera, Blok I 458

Kronologi Meninggalnya Dimas Versi Pesantern, Alif: Saat di Pondok Dia Masih Bernafas
Tribun Jateng/dini
Pemilik yayasan Pondok Pesantren Selamat, Slamet Soemadyo (kiri kemeja merah muda) bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Agus Rifai (kanan kemeja batik) memberikan klarifikasi insiden yang menewaskan santri pesantren tersebut, Sabtu, (14/1) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pihak pengurus Pondok Pesantren Modern Selamat akhirnya buka mulut terkait insiden yang menewaskan siswa sekaligus santri ponpes, Dimas Khilmi (18), Kamis (12/1) di asrama pesantren.

Tiga pengurus pesantren juga menunjukkan di lokasi penganiayaan di asrama putera, Blok I 458.

"Dalam kamar ini korban meninggal," ujar Koordinator SDM pesantren, Alif setiawan menunjukkan kamar yang terkunci gembok.

Koordinator SDM pesantren, Alif setiawan menunjukkan kamar pelaku yang menjadi saksi bisu tewasnya Dimas Khilmi, Sabtu (14/1).
Koordinator SDM pesantren, Alif setiawan menunjukkan kamar pelaku yang menjadi saksi bisu tewasnya Dimas Khilmi, Sabtu (14/1).

Alif mengatakan, dalam satu kamar dihuni delapan santri. Saat kejadian, korban mendatangi kamar pelaku ketika semua penghuni kamar bersiap tidur.

Entah bagaimana, korban dan pelaku MA (16) cekcok dan berkelahi hingga membuat Dimas terkapar.

"Saya tidak tahu bagaimana kondisi Dimas saat itu, sebab anak-anak sudah menggotong Dimas ke unit kesehatan sekolah," paparnya.

Karena, tidak sadar, pihak pondok melarikan Dimas ke rumah sakit RSUD Soewondo Kendal yang berjarak 3,5 Km dari pesantren.

"Saya tidak tahu apakah Dimas meninggal saat perjalanan atau di rumah sakit, yang jelas saat masih di pondok, dia masih bernafas," imbuhnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMA Pondok Pesantren Modern Selamat, Ari Isnaini mengatakan, motif yang menyebabkan perkelahian karena permasalahan kedisiplinan.

Halaman
123
Penulis: dini
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help