TribunJateng/

Tiga Harimau Ini Menangis di Pelukan Wali Kota Semarang

Kelahiran tiga bayi harimau itupun menambah koleksi Taman Margasatwa lebih dikenal dengan nama Kebun Binatang (Bonbin) Mangkang menjadi 11 ekor

Tiga Harimau Ini Menangis di Pelukan Wali Kota Semarang
tribunjateng/galih permadi
Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi menggendong bayi harimau yang baru lahir di Bonbin Mangkang, Jumat 13 Januari 2017 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Kelahiran tiga bayi harimau itupun menambah koleksi Taman Margasatwa lebih dikenal dengan nama Kebun Binatang (Bonbin) Mangkang menjadi 11 ekor. Kedatangan Hendi, sapaan wali kota, sekaligus memberikan nama pada ketiganya.

"Koleksi Bonbin Mangkang bertambah lagi. Hari ini (kemarin-Red) lahir tiga bayi harimau, dua jantan, satu betina. Jantan warna putih saya beri nama Berani biar jadi harimau pemberani.

Kemudian si kembar, yang jantan warna coklat saya beri nama Landep karena tadi meraungnya kencang, sedangkan yang betina coklat saya beri nama Lantip biar jadi harimau pintar. Harimau putih jarang ditemui. Ini calon bintang," katanya.

Hendi lantas memungut Berani untuk digendong. Mungkin kerena terganggu tidurnya, Berani terus menangis selama di pelukan Hendi. "Wah, Berani nangis terus, tahu kalau bukan dipeluk pawangnya," ujarnya, sembari tersenyum.

Bonbin Mangkang, kata Hendi, menjadi satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) meski dengan segala keterbatasan selama dikelola Pemkot Semarang.

"Karena bonbin masih dikelola pemkot, sehingga tidak diperkenankan untuk melakukan pembelian dan pertukaran hewan. Karena itu Bonbin Mangkang belum bisa berkembang," jelasnya.

Hendi menuturkan, tahun ini Bonbin Mangkang akan dikelola perusahaan daerah (perusda) di bawah holding company. Ditargetkan tahun ini Bonbin Mangkang bisa berkembang lebih baik lagi.

"Setelah dikelola perusda akan kami benahi. Tidak mungkin seperti Taman Safari, karena lahannya tidak luas. Akan kami benahi infrastruktur, jalur-jalur hijau, dan koleksi hewan yang terawat dan beragam. Sehingga wisatawan baik dari Kota Semarang maupun luar Semarang bisa melihat keanekaragaman koleksi hewan di sini," jelasnya.

DED Sudah Selesai

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Masdiana Safitri mengungkapkan, peraturan daerah mengenai holding company pengelolaan perusda sudah disahkan.

Saat ini sedang pembahasan mengenai penyertaan modal. "Bonbin Mangkang saat ini masih dikelola UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) sehingga kami kesulitan mengembangkan kawasan ini. Satu syarat penambahan koleksi satwa yakni kebun binatang harus sudah tersertifikasi. Untuk mendapatkan sertifikasi, kebun binatang harus berbentuk perusda," terangnya.

Masdiana memaparkan, Detail Design Engineering (DED) pengembangan kawasan seluas 15 hektare itu sudah selesai dikerjakan, menyusul penyelesaian pengelolaan melalui perusda.

"Investor sebenarnya banyak yang melirik untuk berinvestasi. Nanti setelah dikelola perusda sistem pengelolaan maupun fasilitas sarana prasarana pasti akan terus dikembangkan, sehingga mampu menjadi satu destinasi wisata yang menarik bagi masyarakat. Hal ini tentu akan menambah PAD Kota Semarang lebih besar lagi," tandasnya. (Galih Permadi)

Penulis: galih permadi
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help