Kades Sayung Menilai Pengerukan Sedimentasi Sungai Dombo Belum Maksimal

Dua alat berat yang sudah dikirim oleh BBWS Pemali Juana untuk mengeruk sedimentasi di Sungai Dombo dipandang belum maksimal oleh Kepala Desa Sayung,

Kades Sayung Menilai Pengerukan Sedimentasi Sungai Dombo Belum Maksimal
tribunjateng/rival almanaf
Dua alat berat yang sudah dikirim oleh BBWS Pemali Juana untuk mengeruk sedimentasi di Sungai Dombo dipandang belum maksimal oleh Kepala Desa Sayung, Munawir. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Dua alat berat yang sudah dikirim oleh BBWS Pemali Juana untuk mengeruk sedimentasi di Sungai Dombo dipandang belum maksimal oleh Kepala Desa Sayung, Munawir.

Munawir menilai alat berat yang dikirim untuk normalisasi belum bisa maksimal bekerja karena kendala teknis pelaksanaan.

Eskavator yang bisa mengapung di sungai tidak ada sehingga pengerukan hanya di lakukan di tepian sungai dan belum menyeluruh.

"Hal itu membuat sedimentasi lembek yang berbentuk lumpur tersisa di tengah dan saat air naik justru limpas ke kanan kiri," bebernya.

Ia berharap Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana harusn segera menyikapi dengan menggunakan eskavator yang bisa menjangkau di tengah sungai.

"Karena sudah 10 hari 2 alat berat baru mendapat kurang lebih 30 meter di sisi bahu kanan kiri talud, itupun juga belum maksimal hasilnya karen masih harus ditata ulang lagi," timpalnya.

Padahal masih ada sedimen besar di tengah sungai hingga membentuk semacam pulau kecil. Menurutnya jika tidak mendatangkan eskavator yang mampu menjangkau sedimen di tengah sungai tidak mungkin bisa dikeruk.

Sementara itu Pelaksana Harian BBWS Pemali Juana, Bambang Astoto beberapa waktu lalu memang menjelaskan, normalisasi dengan dana darurat di Sungai Dombo akan dilaksanakan hingga akhir tahun.

"Karena memang prosesnya tidak bisa langsung selesai, kami juga masih menurunkan tim untuk terus mengkaji," jelasnya.

Ia menjelaskan sebenarnya timnya sedang mempersiapkan sistem pengaliran Dolog-Penggaron di tahun 2018. "Namun karena banjir terus terjadi dan warga minta ditangani ya kami atasi dulu dengan dana darurat," pungkasnya. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help