TribunJateng/

Destinasi Jateng

Candi Gedong Songo, Perpaduan Sejarah dan Misteri yang Dibalut Pemandangan Alam Menakjubkan

Belum lagi beberapa misteri yang belum terungkap, seperti jumlah total candi yang konon ada Sembilan, tetapi ...

Candi Gedong Songo, Perpaduan Sejarah dan Misteri yang Dibalut Pemandangan Alam Menakjubkan
Tribun Jateng/Irzal Adiakurnia
Keindahan Candi Gedong III 

TRIBUNJATENG.COM - Jawa Tengah memang menyimpan banyak sekali potensi-potensi wisata budaya. Selain banyaknya pilihan candi-candi sebagai warisan budaya yang tersebar di sini, Anda juga bisa menemukan beberpa candi unik yang berbeda dari daerah lain.

Di Kabupaten Semarang salah satunya, yang menyimpan gugusan candi unik. Candi Hindu yang pada umumnya terpusat, di Candi Gedong Songo anda harus perpetualang menelusuri bukit untuk menjangkau semua total candinya.

Belum lagi beberapa misteri yang belum terungkap, seperti jumlah total candi yang konon ada Sembilan, tetapi wisatawan hanya bisa melihatnya hingga candi ke lima.

Candi Gedong V, sebagai candi tertinggi yang bisa dikunjungi wisatawan.
Candi Gedong V, sebagai candi tertinggi yang bisa dikunjungi wisatawan.

Berlokasi di Dusun Darum, Kelurahan Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Candi Gedong Songo berada di ketinggian 1.200 mdpl dan suhunya cukup dingin

Candi Gedong Songo bisa dijangkau dari kawasan wisata Bandungan. Dari dataran tinggi ini, Anda hanya tinggal menempuh waktu sekitar 15 menit menuju Candi tersebut.

Meskipun perjalanan kesana terus menanjak, Anda bisa mengaksesnya menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. 

Sesaat sampai di parkiran lokasi, Gerbang batu pun menyambut wisatawan, di sisinya terdapat loket yang mengharuskan wisatawan lokal membayar Rp 6 ribu rupiah per orang, sedangkan untuk wisatawan asing dikenai biaya sebesar Rp 25 ribu rupiah.

Beberapa pemandu wisatawan dan pengelola pun berjaga-jaga di beberapa tempat candi, salah satunya Darsono yang berjaga di akses menuju candi pertama. Anda akan menelusuri gugusan candi tersebut dengan menaiki jalan setapak yang terus menajak.

Jalan setapak yang tersedia pun sudah rapih dengan batu yang tertata. Anda perlu menyiapkan stamina dan perbekalan seperti minum saat mulai mendaki. Jangan khawatir, kalau capek Anda bisa beristirahat di pondok-pondok yang disediakan.

Darsono seorang pemandu, membenarkan keterangan yang terpampang di awal perlintasan, bahwa candi ini dibangun pada abad VIII masehi.

Halaman
123
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help