Pelajar SMAN di Kota Semarang Tetap Pelajari Bahasa Jawa Meski Tak Ada di Ujian Sekolah

Pelajar di SMAN di Kota Semarang Tetap Pelajari Bahasa Jawa Meski Tak Ada di Ujian Sekolah

Pelajar SMAN di Kota Semarang Tetap Pelajari Bahasa Jawa Meski Tak Ada di Ujian Sekolah
tribunjateng/dok
Sejumlah pelajar SMAN 2 Brebes mengenakan pakaian adat saat memperingati Hari Kartini 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Nugroho Agung, siswa kelas XII IPS 1 SMA N 15 Semarang mengungkapkan bahwa ia tetap akan belajar Bahasa Jawa, meski pada tahun ajaran ini mata pelajaran tersebut tidak dimasukkan dalam Ujian Sekolah (US).

“Pada intinya tetap belajar mata pelajaran bahasa Jawa, karena menurut saya mata pelajaran tersebut juga penting. Saya sendiri dalam berkomunikasi dengan teman-teman lebih banyak memakai bahasa Jawa,” ujarnya ketika ditemui Tribun Jateng di Kampus SMA N 15 Semarang, Jalan Kedung Mundu Raya No.34, Sambiroto, Semarang, Rabu (25/1).

Menurutnya, bahasa Jawa merupakan bahasa ibu yang seharusnya tetap dipelajari dan dilestarikan oleh generasi penerus.

“Bagi saya dan mungkin semua orang Jawa, bahasa Jawa merupakan bahasa ibu. Wajib kita junjung dan lestarikan bersama-sama,” ungkapnya.

Nugroho pun berharap, pada tahun ajaran berikutnya, bahasa Jawa dapat diikutsertakan ke dalam US. Sebab, dengan diujikannya bahasa Jawa, otomatis orang-orang Jawa akan mempelajarinya lebih giat.

“Harapannya, semoga di tahun ajaran berikutnya mata pelajaran tersebut (Bahasa Jawa) dapat diikutsertakan lagi di Ujian Sekolah. Hal tersebut untuk mendorong orang-orang Jawa belajar bahasanya sendiri lebih giat. Teman-teman saya saat ini bahkan tidak bisa membedakan Bahasa Jawa halus dan yang kasar,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Sukisroyi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA 15 Semarang menyatakan, bahwa selama mata pelajaran Bahasa Jawa diajarkan di sekolah tersebut melalui muatan lokal (mulok).

Siswa/siswi SMAN 15 Semarang membuat proposal kewirausahaan dalam kegiatan Proposal Competition didampingi mahasiswa D3 PR FISIP UNDIP
Siswa/siswi SMAN 15 Semarang membuat proposal kewirausahaan dalam kegiatan Proposal Competition didampingi mahasiswa D3 PR FISIP UNDIP

“Melalui mulok, yang diajarkan ke seluruh tingkatan SMA. Jadi kelas X hingga XII semuanya mendapatkan mata pelajaran tersebut. Adapun waktu pelajarannya adalah 2 jam seminggu,” ungkapnya.

Senada, Wagino, Kepala Sekolah SMA N 2 Semarang menuturkan, walau bahasa Jawa tidak diujikan pada tahun ini, pembelajaran bahasa Jawa melalui mulog tetap dipertahankan.

“Kalau bisa malah dikuatkan, karena tidak diujikan. Jadi SMA kami juga tetap akan memberikan materi Bahasa Jawa melalui mulok, untuk semua tingkatan SMA,” ujarnya. (*)

SMAN 2 Brebes
SMAN 2 Brebes
Penulis: akbar hari mukti
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved