Waspadai Antraks, Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Perketat Lalu Lintas Hewan Ternak

Waspadai Antraks, Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Perketat Lalu Lintas Hewan Ternak

Waspadai Antraks, Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Perketat Lalu Lintas Hewan Ternak
BBC
Lebih dari 50 laboratorium di 17 negara bagian AS dan tiga negara asing mendapat kiriman sampel bakteri antraks hidup. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, hingga saat ini belum menemukan kasus hewan ternak yang terjangkit antraks di Kota Kretek. Kendati demikian, petugas dari dinas terkait terus melakukan pantauan dan melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi tersebarnya penyakit mematikan tersebut.

"Kami melakukan pantauan dan juga memperketat arus lalu lintas ternak yang masuk ke Kudus," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Catur Sulistyanto, Kamis (26/1).

Disampaikan, petugas turun langsung ‎ke lapangan secara intensif. Baik ke pasar-pasar hewan, pengepul ternak, maupun ke rumah-rumah penduduk yang mempunyai ternak.

"Pedagang-pedagang hewan berskala kecil yang ada di kampung-kampung juga tak luput dari pantauan petugas. Alhamdulillah sampai saat ini tak ditemukan kasus antraks di Kudus," ujarnya.

‎Dikatakan Catur, kasus antraks belakangan ini marak muncul di kawasan selatan Jawa, semisal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan di wilayah yang berdekatan dengannya. Sementara, hewan ternak di Kudus selama ini banyak didatangkan dari wilayah timur Kota Kretek.

"Pasokan hewan di sini banyak dari daerah Pati dan Blora," katanya.

‎Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Sa'diyah, mengatakan antraks disebabkan oleh Bacillus Anthracis yang dapat mengakibatkan kematian terhadap hewan ternak‎. Menurut dia, hewan jenis herivora dapat terserang antraks.

"Sapi, kerbau, kuda, domba, kambing, dan lainnya dapat terserang antraks," ucapnya.
‎Disampaikan, penyakit itu juga dapat menular ke manusia yang mengkonsumsi daging ternak yang terinfeksi antraks. Salah satu tanda ternak terkena penyakit antraks adalah panas dan mati mendadak. Bahkan, sebagian kematian ternak ditandai dengan keluarnya darah dari lubang alami hewan.‎

"‎Kami minta, jika masyarakat menemukan hewan mati mendadak, jangan disembelih, apalagi dagingnya sampai diperjualelikan. Segera lapor ke petugas terkait atau dokter hewan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," imbaunya. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved