Sri Mulyono Pesimis Gedung Rawat Inap RSUD Kota Salatiga Selesai Tepat Waktu

Sebelumnya, proyek pembangunan tersebut telah mengalami masa perpanjangan selama 50 hari.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dewan Pengawas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Salatiga Sri Mulyono memperkirakan pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Salatiga bakal molor.

Sebelumnya, proyek pembangunan tersebut telah mengalami masa perpanjangan selama 50 hari.

“Perkembangan terkini di lapangan belum mencapai 80 persen. Padahal batas waktu yang telah ditetapkan, 7 Februari," kata dia pada Tribun Jateng, Selasa (31/1/2017).

Kinerja penyedia jasa konstruksi pelaksana pembangunan gedung tersebut tampak tidak optimal memanfaatkan tambahan waktu yang diberikan Pemkot Salatiga.

Perpanjangan waktu yang diberikan sebelumnya pun sebenarnya tidak disetujui dan akan semakin berkeberatan jika seandainya ada rencana penambahan durasi perpanjangan waktu.

“Pemerintah harus bersikap tegas. Jangan sampai Pemkot Salatiga memberi tambahan waktu pengerjaan yang sebenarnya sudah diperpanjang hingga 7 Februari," sambungnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua Komisi A DPRD Kota Salatiga, Bambang Riantoko.

Pihaknya menyesalkan belum ada ketegasan dari Pemkot Salatiga yang telah memberi tambahan waktu pengerjaan pada pembangunan gedung yang menelan anggaran Rp 21,8 miliar itu.

“Sejak awal kami sesalkan atas keputusan Pemkot Salatiga yang memberikan perpanjangan waktu. Progresnya juga sangat lambat. Dikerjakan pada Juni 2016, namun hingga Desember belum mencapai 50 persen," terangnya.

Dikatakannya, pihaknya dan Komisi C DPRD Kota Salatiga telah melakukan pembahasan mengenai hal itu.

Direkomendasikan, Pemkot Salatiga berani melakukan pemutusan kontrak kerja.

"Jangan sampai ada lagi istilah penambahan perpanjangan waktu," tandasnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved