Saat Sembunyi di Plafon Masjid, Syarjani Lemas, Ini Kisah Lengkap Pelariannya dari Nusakambangan

Satu dari dua narapidana yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Batu, Nusakambangan, Cilacap, sejak 21 Januari 2017 lalu, tertangkap

Saat Sembunyi di Plafon Masjid, Syarjani Lemas, Ini Kisah Lengkap Pelariannya dari Nusakambangan
tribunjateng/khoirul muzaki
Polres Cilacap telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi sipir Lapas Nusakambangan terkait kaburnya dua narapidana, Sabtu (21/1). Kapolres Cilacap AKBP Yudho Hermanto tunjukkan dua foto napi yang kabur. 

TRIBUNJATENG.COM - Satu dari dua narapidana (napi) yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Batu, Nusakambangan, Cilacap, sejak 21 Januari 2017 lalu, tertangkap.

Syarjani Abdullah (39), napi asal Banda Aceh, yang tengah menjalani hukuman lima tahun penjara dalam kasus narkoba, tertangkap di dalam Masjid At Taqwa, tidak jauh dari Lapas Batu, Senin (31/1) malam.

Saat ditangkap, Syarjani tidak memberikan perlawanan berarti. Bahkan, pria yang beralamat Jalan Asem RT 01 RW 02 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, itu terlihat lemas.

"Dia (Syarjani--Red) saat itu bersembunyi di atas plafon masjid," kata Kabag Ops Polres Cilacap, Kompol Faisal Perdana, Selasa (31/1).

Sebelumnya, Syarjani bersama seorang napi lain, M Hussein (44), kabur dari Lapas Batu, Nusakambangan, pada 21 Januari 2017 atau sembilan hari silam.

Mereka kabur dengan cara memanjat pagar di Pos 3, yang belum ada penjaganya. Saat kabur, keduanya baru sebulan menempati sel di Nusakambangan, dari sebelumnya di Lapas Cirebon.

Kedua napi merupakan terpidana kasus narkoba. Husein, yang beralamat di Punti Matangkuli, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, tengah menjalani hukuman penjara seumur hidup.

Husein, yang hingga kini belum tertangkap, diketahui merupakan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Faisal mengungkapkan, penangkapan napi itu bermula dari pengembangan informasi, sarung dan sorban yang ada di dalam Masjid At Taqwa Nusakambangan hilang.

Petugas juga memperoleh laporan dari para pekerja yang sedang menggarap proyek di Lapas Nusakambangan, yang melapor kehilangan handphone dan makanan di perumahan Lapas Besi, tempat para pekerja tinggal.

Halaman
12
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help