Pedagang Sayur dan Eks-Koplak Dokar Tempati Pasar Pagi Purwodadi Mulai Hari Ini

Sri mengatakan, Pasar Pagi Purwodadi yang terletak di Jalan Gajah Mada, dibangun dengan anggaran sebesar Rp 10,8 miliar pada 2016.

Pedagang Sayur dan Eks-Koplak Dokar Tempati Pasar Pagi Purwodadi Mulai Hari Ini
Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
Pasar Pagi Purwodadi 

 Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Bupati Grobogan, Sri Sumarni, telah meresmikan Pasar Pagi Purwodadi, Sabtu (4/2/2017). Usai diresmikan, seluruh pedagang yang berjumlah 901 orang mulai menempati pasar tersebut pada Minggu (5/2/2017).

"Pedagang semuanya pindah ke sini (Pasar Pagi) mulai Minggu ya. Jangan ada yang kembali ke tempat lama," kata Sri, saat memberikan sambutan.

Sri mengatakan, Pasar Pagi Purwodadi yang terletak di Jalan Gajah Mada, dibangun dengan anggaran sebesar Rp 10,8 miliar pada 2016.

Pasar yang dibangun di atas lahan seluas 8937 meter persegi dan bersebelahan dengan Pasar Agro Holtikultura ini menampung 901 pedagang relokasi dari pasar pagi di Jalan Banyuono, Jalan Ahmad Yani dan Koplak Dokar Purwodadi.

Pasar Pagi di Jalan Banyuono dan Ahmad Yani merupakan tempat berjualan para pedagang sayuran dari malam hingga pagi. Dari pasar ini, sayuran kemudian dijual lagi pedagang eceran ke masyarakat di Grobogan.

Sri menuturkan, pasar ini merupakan pasar tradisional dengan konsep modern yang dilengkapi akses jalan dan parkir luas. Kemudian dilengkapi fasilitas yang memadai seperti MCK, mushala, memiliki instalasi pengolahan limbah (Ipal) dan tempat pembuangan sampah (TPS).

"Pasar ini diharapkan bisa menjadi Salah satu urat nadi perekonomian daerah. Jika selama ini pedagang berjualan di tempat yang kumuh, semrawut, maka Pemda telah memberikan perhatian besar dengan membangun pasar ini," ujar Sri.

Tidak lupa ia pun menggemborkan slogan "Pasarku Resik Rejekiku Apik, Pasarku Anyar Rejekiku Lancar". Diharapkan, di pasar yang baru ini dapat meningkatkan pendapatan para pedagang.

"Saya minta kepada Satpol PP untuk tetap melakukan pengawasan, baik di lokasi lama atau di pasar yang baru," imbaunya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved