TribunJateng/
Home »

Video

Kasus Pembunuhan

Jangan Kaget, Ternyata Begini Video Sigit Bacok-bacok Mantan Mertuanya di Pasar Jatingaleh

Jangan Kaget, Ternyata Begini Video Sigit Bacok-bacok Mantan Mertuanya di Pasar Jatingaleh

Jangan Kaget, Ternyata Begini Video Sigit Bacok-bacok Mantan Mertuanya di Pasar Jatingaleh
TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA
PEMBACOKAN- Tim Inafis dari Polrestabes Semarang melakukan idenfikasi olah TKP di Pasar Jatingaleh Semarang tempat terjadinya mantan mertua pelaku, Senin (6/2/2017). Motif pelaku diduga karena dendam. (Tribun Jateng/ Hernawan Handaka) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pasar Jatingaleh Semarang gempar. Pasalnya, Totok Turadi (50) pedagang kelapa di pasar itu tewas dibacok berkali-kali oleh mantan menantunya, Sigit Prasetya (35) pada hari Senin (6/2/2017).

Turadi pun tewas bersimbah darah di pasar itu. Sigit pun segera dibekuk aparat Polsek Banyumanik dan digelandang ke Mapolsek beserta barang buktinya.

Kepada penyidik, Sigit menghabisi nyawa mantan mertuanya karena sakit hati. Sigit mengaku, mendapat perkataan tidak enak dari mantan mertuanya tersebut. Perkataan tersebut dilayangkan oleh mantan mertuanya kepada Sigit lewat SMS pada hari Sabtu (4/2/2017).

"Saya dikatain mantan mertua, wong tua nggak nduwe utek (orangtua tidak punya otak) lewat SMS dua hari lalu," tutur Sigit warga Dusun Ngreco Deso Kesongo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang.

Setelah mendapatkan SMS, pada Minggu (5/2/2016), dirinya berangkat dari rumahnya menuju Pasar Jatingaleh dengan naik bus untuk menemui mantan mertuanya. Niat menemui korban untuk meminta kejelasan atas SMS tersebut.

"Lalu saya ulangi mencari mantan mertua saya tadi pagi setelah korban SMS lagi, bilangnya kalau mau nemoni Pak'e nanti jam 11 masih di pasar," tuturnya.

Sigit mengaku mempunyai niat akan membunuh setelah bertemu dengan korban. Dirinya telah mempersiapkan alat berupa parang saat akan berangkat menuju Semarang. Setelah bertemu dengan korban pelaku langsung membacok korban tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu.

"Saya langsung bacok korban pakai parang. Namun setelah membacok, parang lepas. Lalu saya mengambil parang milik korban yang biasa digunakan untuk mengupas kelapa. Saya bacokkan ke mantan mertua sampai meninggal. Saya tidak ingat berapa kali saya bacok," ujarnya. (tribunjateng/hermawan handaka)

Penulis: Hermawan Handaka
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help