TribunJateng/

Kasus Pembunuhan

Kompol Retno Yuli: Saat Polisi Datang Sigit Masih Bacok-bacok Kepala Korban

Kapolsek Banyumanik, Kompol Retno Yuli Setiasih mengatakan mendapatkan laporan dari anggotanya telah terjadi pembacokan di Pasar Jatingaleh

Kompol Retno Yuli: Saat Polisi Datang Sigit Masih Bacok-bacok Kepala Korban
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Kapolsek Banyumanik, Kompol Retno Yuli Setiasih mengatakan mendapatkan laporan dari anggotanya telah terjadi pembacokan di Pasar Jatingaleh Kecamatan Banyumanik Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kapolsek Banyumanik, Kompol Retno Yuli Setiasih mengatakan mendapatkan laporan dari anggotanya telah terjadi pembacokan di Pasar Jatingaleh Kecamatan Banyumanik Semarang.

"Sekitar pukul 09.00 saya masih berada di Polrestabes Semarang, Babinkantibmas Bripka Winarto menelepon bahwa telah terjadi pembacokan pembunuhan di Pasar Jatingaleh," tuturnya, Senin (6/2/2017).

PEMBACOKAN- Tim Inafis dari Polrestabes Semarang melakukan idenfikasi olah TKP di Pasar Jatingaleh Semarang tempat terjadinya mantan mertua pelaku, Senin (6/2/2017). Motif pelaku diduga karena dendam. (Tribun Jateng/ Hernawan Handaka)
PEMBACOKAN- Tim Inafis dari Polrestabes Semarang melakukan idenfikasi olah TKP di Pasar Jatingaleh Semarang tempat terjadinya mantan mertua pelaku, Senin (6/2/2017). Motif pelaku diduga karena dendam. (Tribun Jateng/ Hernawan Handaka)

Saat itu juga dirinya menghubungi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu berserta anggota piket Polsek Banyumanik untuk segera menindak lanjuti laporan dari anggota yang berada di pasar Jatingaleh. Sesampainya di pasar, anggota menemukan adanya korban dan pelaku.

"Tersangka bernama Sigit Prasetyo warga Dusun Ngreco Deso Kesongo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, dan korban bernama Totok Turadi (55) warga Delik Rejo Rt 02 Rw 02 Tandang Semarang," ujarnya.

Kronologi kejadian pada pukul 09.00, tersangka berangkat dari Tuntang menuju pasar Jatingaleh untuk menemui korban. Setelah bertemu pelaku langsung membacok korban. Niatnya tersebut sejak awal berangkat menuju Semarang.

"Pelaku memang sudah niat membawa sajam untuk membunuh korban," tuturnya.

Motif pembunuhan yang dilakukan pelaku adalah dendam setelah menerima SMS dari korban yang merupakan mantan mertuanya. Saat akan dibacok korban sedang berjualan kelapa muda di dalam pasar.

Pelaku pembacokan terhadap mantan mertua hingga tewas digelandang ke Mapolsek Banyumanik, Senin 6 Februari 2017
Pelaku pembacokan terhadap mantan mertua hingga tewas digelandang ke Mapolsek Banyumanik, Senin 6 Februari 2017

"Pelaku mengambil senjata tajam langsung membacok kena kepala korban. Lalu korban lari dan masih dikejar oleh pelaku lalu mengambil bendo (parang) yang digunakan untuk membuka kelapa. Babin saya datang pelaku masih bacok-bacok,"ujarnya.

Korban meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit RSUD Kariadi. Hal dikarenakan banyaknya luka bacok di tubuh korban yang menyebabkan kehabisan darah. Korban mengalami luka bacok di bagian kepala, tangan, dan kaki korban.

"Atas perbuatannya pelaku diancam dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan ancaman hukuman diatas 12 tahun penjara," tuturnya. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help