TribunJateng/

Kasus Pembunuhan

KRONOLOGI dan Motif Sigit Bacok Mantan Mertua di Jatingaleh Hingga Tewas

Sigit Prasetya (35) pelaku pembacokan terhadap mantan mertuanya hingga tewas di pasar Jatingaleh Semarang digelandang ke Mapolsek Banyumanik

KRONOLOGI dan Motif Sigit Bacok Mantan Mertua di Jatingaleh Hingga Tewas
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Sigit pelaku pembacokan terhadap mantan mertua hingga tewas digelandang ke Mapolsek Banyumanik, Senin 6 Februari 2017 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sigit Prasetya (35) pelaku pembacokan terhadap mantan mertuanya hingga tewas di pasar Jatingaleh Semarang digelandang ke Mapolsek Banyumanik Kota Semarang, Senin (6/2/2017).

Korban adalah Totok Turadi (50) mantan mertuanya, dibacok hingga tewas. Saat digelandang ke kantor polisi Sigit tampak tenang. Di hadapan petugas, pelaku mengaku membacok korban karena sakit hati. Sigit mengaku, mendapat perkataan tidakenak dari mantan mertuanya tersebut. Perkataan tersebut dilayangkan oleh mantan mertuanya kepada Sigit lewat SMS pada hari Sabtu (4/2/2017).

"Saya dikatain mantan mertua, wong tua nggak nduwe Utek (orangtua tidak punya otak) lewat SMS dua hari lalu," tutur Sigit warga Dusun Ngreco Deso Kesongo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang.

PEMBACOKAN- Tim Inafis dari Polrestabes Semarang melakukan idenfikasi olah TKP di Pasar Jatingaleh Semarang tempat terjadinya mantan mertua pelaku, Senin (6/2/2017). Motif pelaku diduga karena dendam. (Tribun Jateng/ Hernawan Handaka)
PEMBACOKAN- Tim Inafis dari Polrestabes Semarang melakukan idenfikasi olah TKP di Pasar Jatingaleh Semarang tempat terjadinya mantan mertua pelaku, Senin (6/2/2017). Motif pelaku diduga karena dendam. (Tribun Jateng/ Hernawan Handaka)

Setelah mendapatkan SMS, pada Minggu (5/2/2016), dirinya berangkat dari rumahnya menuju Pasar Jatingaleh dengan naik bus untuk menemui mantan mertuanya. Niat menemui korban untuk meminta kejelasan atas SMS tersebut.

"Lalu saya ulangi mencari mantan mertua saya tadi pagi setelah korban SMS lagi, bilangnya kalau mau nemoni Pak'e nanti jam 11 masih di pasar," tuturnya.

Sigit mengaku mempunyai niat akan membunuh setelah bertemu dengan korban. Dirinya telah mempersiapkan alat berupa parang saat akan berangkat menuju Semarang. Setelah bertemu dengan korban pelaku langsung membacok korban tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu.

"Saya langsung bacok korban pakai parang. Namun setelah membacok, parang lepas. Lalu saya mengambil parang milik korban yang biasa digunakan untuk mengupas kelapa. Saya bacokkan ke mantan mertua sampai meninggal. Saya tidak ingat berapa kali saya bacok," ujarnya.

Sebelum membacok mantan mertuanya, Sigit juga pernah memukuli calon suami dari mantan istrinya. Kejadian tersebut dilakukannya tiga tahun lalu. "Saya mukuli calon suami mantan istri saya di daerah Swalayan ADA Sukun," ujarnya.

Sigit menikah dengan Puji Lestari tahun 2002. Setelah menikah Sigit dan istrinya tinggal di rumah korban (ikut mertua). Lalu pindah tempat tinggal ke orangtuanya. Tidak lama kemudian dirinya kontrak di dekat rumah korban.

"Setelah itu pindah ke rumah yang ditawarkan korban. Sekarang saya tinggal di Tuntang ikut mertua," ujarnya.

PEMBACOKAN- Tim Inafis dari Polrestabes Semarang melakukan idenfikasi olah TKP di Pasar Jatingaleh Semarang tempat terjadinya mantan mertua pelaku, Senin (6/2/2017). Motif pelaku diduga karena dendam. (Tribun Jateng/ Hernawan Handaka)
PEMBACOKAN- Tim Inafis dari Polrestabes Semarang melakukan idenfikasi olah TKP di Pasar Jatingaleh Semarang tempat terjadinya mantan mertua pelaku, Senin (6/2/2017). Motif pelaku diduga karena dendam. (Tribun Jateng/ Hernawan Handaka)

Buah pernikahan dengan mantan istrinya, dikaruniai dua anak. Pernikahannya pun kandas pada tahun 2012.
Saat ini pelaku dan mantan istrinya telah sama-sama menikah kembali. Namun setelah berpisah pelaku mengaku masih bertanggung jawab menafkahi anak dari istri pertama. "Saya juga bekerja sebagai kernet di Perusahaan Otobus. Saya merasa setelah pisah dengan mantan istri masih menafkahi anak. Saya tidak terima dikatakan seperti itu," tandasnya. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help