Awalnya Dipakai Perangkat Desa dan ASN Kaliwungu, Pemkab Semarang Luncurkan Batik Kresna

Setelah batik Gedongsongo yang menjadi seragam banyak kalangan di Bumi Serasi setiap hari Rabu, kini muncul satu kreasi baru

Awalnya Dipakai Perangkat Desa dan ASN Kaliwungu, Pemkab Semarang Luncurkan Batik Kresna
istimewa
Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha (kanan) menggelar kain batik Kresna bersama Camat Otter Sukamto menandai peresmiannya sebagai ikon Kecamatan Kaliwungu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Khasanah batik khas Kabupaten Semarang bertambah satu lagi. Setelah batik Gedongsongo yang menjadi seragam banyak kalangan di Bumi Serasi setiap hari Rabu, kini muncul satu kreasi baru.

Adalah batik Kresna, yang menjadi seragam khas para kades, perangkat desa dan aparatur sipil negara (ASN) se-Kecamatan Kaliwungu mulai mendapat perhatian.

"Batik Kresna adalah kreasi warga asli Desa Siwal Kaliwungu yang kiprahnya telah diakui bahkan tingkat internasional. Batik tulis bermotif tokoh pewayangan Batara Kresna menjadi penanda geliat industri kreatif warga," terang Camat Kaliwungu, Otter Sukamto usai apel bersama pencanangan batik Kresna menjadi ciri khas Kecamatan Kaliwungu yang dilaksanakan di lapangan Desa Siwal, Selasa (7/2/2017) lalu.

Pencanangan ditandai dengan penyerahan surat keputusan Camat Kaliwungu Nomor 138/003/2017 tanggal 17 Januari 2017 tentang penetapan seragam batik Kresna Kaliwungu bagi ASN, Kades dan perangkat desa se Kecamatan Kaliwungu. Diserahkan pula selembar kain batik "Kresna" yang diterima Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha.

Ngesti menegaskan Pemkab Semarang akan berupaya membantu warga pengrajin batik untuk mengembangkan usahanya.

"Sudah ada industri batik skala kecil dan menengah di Gemawang Jambu dan Susukan Ungaran yang mendapat dukungan dari Pemkab Semarang. Baik Kresna ini akan kita upayakan dapat tersebar merata di wilayah Kabupaten Semarang," terangnya.

Menurutnya, langkah pertama yang perlu mendapat perhatian adalah mempatenkan desain atau motif batik asli buatan warga tersebut. Setelah itu, akan dibantu untuk promosi produk agar dikenal khalayak.

"Pembuatan galeri untuk memajang berbagai batik khas Kabupaten Semarang juga akan kita bahas dan bisa saja dilaksanakan. Kita juga fasilitasi para pengrajin batik untuk mengakses kredit perbankan dengan bunga rendah," tambah Ngesti.

Kades Siwal, Parnu menerangkan batik Kresna merupakan produk buatan batik berlabel Cahaya Baru yang dikelola pasangan suami istri Yono (40) dan Sumirah (38).

"Mereka baru satu tahun ini berkiprah membuat batik di Desa Siwal. Sebelumnya bekerja di pabrik batik ternama di Solo. Kita berharap usaha mereka dapat mengangkat potensi dan nama Desa Siwal," katanya polos. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help