Kisah Mengharukan Petani Hanyut Saat Memanen Padi di Demak

Kisah Mengharukan Petani Hanyut Saat Memanen Padi di Demak. Ditemukan berjarak...

Kisah Mengharukan Petani Hanyut Saat Memanen Padi di Demak
Tribun Jateng/Rival Almanaf
Petani di Dukuh Lengkong, Desa Sayung, Kecamatan Sayung, kabupaten Demak memanen padi lebih dini karena sawahnya terendam banjir. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Banjir yang melanda persawahan di Demak menelan korban. Ali Musafak, seorang petani yang tenggelam ketika akan menyeberangkan padi melalui sungai Sipon ditemukan meninggal dunia, Sabtu (11/2/2016) malam.

"Setelah selama dua hari dilakukan pencarian oleh anggota BPBD Demak, Basarnas Jepara, dan Polsek Gajah, Demak, korban ditemukan oleh warga sudah mengambang pukul 22.30," jelas Kabag Ops Polres Demak, Kompol Sutomo, Minggu (12/2/2017).

Korban yang merupakan warga  RT 03 RW 04 Dukuh Winosari Desa Sari Kecamatan Gajah tersebut ditemukan hanya sejauh 25 meter dari lokasi awal dikabarkan tenggelam. Sutomo menjelaskan Ali tenggelam saat mengangkut padi dengan menggunakan terpal diapungkan untuk dibawa melalui sungai Sipon.

"Berdasar keterangan saksi, pada saat di tengah sungai barang bawaan tidak seimbang atau miring, kemudian korban yang tidak pandai berenang panik dan berusaha naik ke atas terpal berusaha melompat ke tepi sungai namun tidak sampai," terang Sutomo.

Mengetahui rekannya panik karena tidak bisa berenang, teman korban yang ikut menyeberang berusaha menolong tapi terlepas sehingga korban hanyut.

"Setelah jasad korban ditemukan, keluarga keberatan untuk dilakukan autopsi dan menyadari bahwa hal ini sebagai musibah," pungkas Sutomo.

Meski demikian pemeriksaan luar tetap dilakukan oleh bidan desa  Sofi Astuti dan hasilnya memang tidak ditemukan luka luar atau tanda kekerasan pada tubuh jenazah. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help