Kuliner Style

Nasi Gandul Khas Pati Suguhan Warung Romantis HS Sardi, Pelanggan : Rasane Nggandul Banget!

Disajikan di piring beralaskan daun pisang, Nasi Gandul berisikan nasi, daging kerbau, yang selanjutnya diguyur kuah santan kaya rempah

Nasi Gandul Khas Pati Suguhan Warung Romantis HS Sardi, Pelanggan : Rasane Nggandul Banget!
Tribun Jateng/hermawan handaka
Nasi gandul 

TRIBUNJATENG.COM - Melintasi Kabupaten Pati tak lengkap rasanya bila belum mencicipi kuliner khas Bumi Mina Tani, Nasi Gandul. Menu yang sepintas mirip semur daging ini banyak ditemukan di Jalan Panunggulan, Desa Gajahmati, Kecamatan Pati.

Disajikan di piring beralaskan daun pisang, Nasi Gandul berisikan nasi, daging kerbau, yang selanjutnya diguyur kuah santan kaya rempah dan taburan bawang goreng.

Dalam perkembangannya, daging kerbau biasa diganti daging sapi.

Nasi gandul
Nasi gandul (Tribun Jateng/hermawan handaka)

Satu di antara yang melegenda di wilayah tersebut adalah warung nasi gandul Romantis H S Sardi. Tak heran, di waktu-waktu tertentu, pembeli harus mengantre dan berjubel di ruang makan warung selebar 4x10 meter.

nasi gandul

"Nasi gandul di sini, rasane nggandul tenan, benar-benar makjleb. Setiap kali bepergian atau lewat sekitar Pati, pasti nyempatkan kuliner ke sini. Apalagi, kalau bareng-bareng keluarga," kata Hery Keswanto (28), warga Jolong, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, seusai menandaskan seporsi nasi gandul, di Warung Romantis H S Sardi.

Diakui Hery, ia sudah begitu lama menjadi penikmat nasi gandul di warung tersebut. Menu favoritnya adalah nasi gandul berlauk daging sapi.

Nasi gandul

Malam itu, Hery tak datang sendiri. Ia ditemani istri, mertua, dan iparnya. "Sudah puluhan tahun kami sekeluarga berlangganan, rasanya tetap terjaga. Itu sebabnya, kami tak pindah-pindah, setia di sini," ujar Hj Masmuatun (63), mertua Hery.

Seorang pelanggan lain, Dipo Handoko, mengaku datang jauh-jauh dari Jakarta untuk mencicipi langsung kenikmatan nasi gandul yang lama didengar. "Kebetulan ada kunjungan kerja di Pati, saya langsung minta diantara ke sini untuk membuktikan nikmatnya nasi gandul. Ternyata, benar-benar maknyoosss!," ujarnya.

Nasi gandul

Pemilik Warung Romantis, H S Sardi (63) dan Hj Latifah Sardi (61) mengatakan, mereka telah berjualan nasi gandul sejak 1978. Kala itu, Sardi berjualan keliling kampung sembari memikul tempat kuah dan bahan lain hingga 'gemandul' di kedua sisi ujung pikulan. Lantaran itu, menurut sebagian versi, tersebutlah kuliner khas itu sebagai Nasi Gandul.

"Dulu keliling kampung. Setahun kemudian, baru dapat tempat jualan baru, yang bertahan hingga kini," kata Sardi.

Hj Latifah menambahkan, tak ada resep rahasia hingga kuliner yang dijual begitu digemari dan punya pelanggan loyal. Latifah mengatakan, dia hanya berusaha menjaga rasa agar tak berubah.

Nasi gandul

"Bumbu yang digunakan adalah semua bumbu dapur, terkecuali kunci dan kunir. Yang membuat kuah gurih itu santan dan garam. Kemudian, bumbu diuleg (dihaluskan), digongso, baru dikasih santan, garam, gula secukupnya," jelasnya.

Sementara, untuk membubui daging dan lauk-pauk lain, sambung dia, digunakan tumbar, jinten, kemiri, laos, gula, dan garam. "Bumbu-bumbu dihaluskan, digongso, kemudian dikasih santan, baru kemudian gading yang sebelumnya telah direbus, dimasukkan hingga bumbu-bumbu meresap," papar dia. (Yayan Isro)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help