MENGHARUKAN, Ini Hadiah Valentine Satlantas Polres Semarang

Peringati Hari Kasih Sayang, atau sering disebut Valentine, Satlantas Polres Semarang tidak berbagi cokelat manis. Tapi membagikan ...

MENGHARUKAN, Ini Hadiah Valentine Satlantas Polres Semarang
TRIBUNJATENG/DANIEL ARI PURNOMO
BANTUAN- Bupati Semarang, Mundjirin menyerahkan sepasang kruk kepada Aris Dwi Wibowo, penyandang disabilitas korban kecelakaan lalu lintas berfatalitas tinggi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran Timur, Selasa (14/2/2017) jelang sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Peringati Hari Kasih Sayang, atau sering disebut Valentine, Satlantas Polres Semarang tidak berbagi cokelat manis.

Mereka berbagi kaki palsu, kursi roda, dan kruk untuk para korban kecelakaan lalu lintas berfatalitas tinggi di Kabupaten Semarang.

Penyerahan bantuan itu digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran Timur, Selasa (14/2/2017) jelang sore.

Korban kecelakaan lalu lintas berfatalitas tinggi, Prihati mendapat bantuan kursi roda, usai pembentukan Komunitas Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran Timur, Selasa (14/2/2017) jelang sore.
Korban kecelakaan lalu lintas berfatalitas tinggi, Prihati mendapat bantuan kursi roda, usai pembentukan Komunitas Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran Timur, Selasa (14/2/2017) jelang sore. (Tribun Jateng/Daniel Ari Purnomo)

Aksi itu menggandeng Paguyuban Peduli Penyandang Disabilitas (P3D) Kota Semarang.

Ada satu unit kaki palsu, satu kursi roda dan tiga kruk yang dibagikan Polres Semarang.

Penyandang disabilitas, Aris Dwi Wibowo (27) berpesan para pelajar maupun pengguna jalan tak ugal-ugalan saat berkendara. Aris tak ingin kejadian yang menimpa dirinya, pula menimpa orang lain.

"Saya adalah korban kecelakaan. Untungnya masih diberi kesempatan hidup. Meski kaki kanan saya diamputasi dan tangan kanan tak berfungsi," ungkapnya terbata-bata.

Penyesalan selalu datang akhir. Warga Dusun Gambir RT 01 RW 02, Semowono, Pabelan, Kabupaten Semarang itu mengaku sulit dalam menjalani hidup, tanpa organ tubuh lengkap. Pendapatannya pun merosot. Ia tak mampu bekerja secara maksimal. Padahal ada keluarga yang harus dihidupi.

Dalam kesempatan itu, Aris mengungkapkan permohonan bantuan dari pemerintah Kabupaten Semarang (Pemkab Semarang).

"Terima kasih atas bantuan kruk. Ini sangat bermanfaat, bagi kami kaum penyandang cacat," kata Aris.

Bupati Semarang, Mundjirin pun mengamini permohonan Aris. Ia berujar akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Semarang. "Bantuan yang akan diberikan tak harus uang. Bisa juga berupa pelatihan kerja, agar mandiri," ujar Mundjirin. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help