Banjir di Jawa Tengah, Ganjar: Pokoknya Selamatkan Manusia Dulu. Butuh Logistik, Ambil!

Banjir di Brebes tak bisa diselesaikan dalam tempo satu atau dua bulan saja. Hal tersebut terkait investasi dan penanganan konservasi di daerah hulu.

Banjir di Jawa Tengah, Ganjar: Pokoknya Selamatkan Manusia Dulu. Butuh Logistik, Ambil!
Tribun Jateng/Daniel Ari Purnomo
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendampingi Menteri Keuangan, Sri Mulyani di proyek Jalan Tol Semarang-Solo, wilayah Dusun Delik, Tuntang, Kabupaten Semarang, Jumat (17/2/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan logistik bahan makan bagi ribuan pengungsi banjir Brebes dan wilayah terdampak bencana tercukupi.

"Hari ini kami mencoba memasukkan alat berat ke sana (Brebes). Tim dari BPBD, TNI, Polri, semua sudah turun. Jadi, incident commander sudah ditunjuk, pak Dandim di sana. Sekarang dalam pengelolaan," terangnya saat dijumpai Tribunjateng.com di lokasi proyek Jalan Tol Semarang-Solo, wilayah Dusun Delik, Tuntang, Kabupaten Semarang, Jumat (17/2/2017) siang.

Ganjar paham, para pengungsi tak sabar. Namun pihaknya tak bisa menyedot limpahan air seketika. Hingga kini, tim penyelamat masih berupaya mencari celah untuk memasukkan alat berat di titik jebolnya tanggul Sungai Pemali.

"Brebes paling parah. Kudus ada sedikit. Kemarin ada di Semarang, di Banjir Kanal Timur, sama Kali Babon jebol cukup serius, tapi pagi hari langsung ditangani," imbuhnya.

Ganjar pula menginstruksikan BPBD, Bina Marga dan PSDA selalu waspada. Cuaca tak bisa dihalau, namun dapat diantisipasi. Caranya, saat terjadi bencana, BPBD harus ada di garis depan untuk menyelamatkan orang-orang.

"Pokoknya selamatkan manusia dulu. Butuh logistik, ambil. Makanan, selimut, dan sebagainya," ucap Ganjar.

Politisi PDIP itu cukup tenang, lantaran beberapa kepala daerah secara intens mengabarkan situasi di daerah masing-masing. Ketenangannya bermula saat Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes menelepon Ganjar, mengabarkan wilayah Brebes masih kondusif.

"Di Brebes lagi ada transisi pemerintahan, maka saya ambil alih segera saja," kata Ganjar.

Pria kelahiran Karanganyar itu berujar biaya pembangunan tanggul sangat besar. Upaya yang akan ditempuh adalah melakukan penahanan di titik jebolnya tanggul, sembari menyiapkan program yang lebih bagus.

"Jadi ekspektasi untuk menyulap banjir dalam waktu pendek agak sulit. Kemarin saya sudah matur sama pak menteri (PUPR), di Undip kami ngobrol banyak soal itu, dan kita akan siapkan," paparnya.

Banjir di Brebes tak bisa diselesaikan dalam tempo satu atau dua bulan saja. Hal tersebut terkait investasi dan penanganan konservasi di daerah hulu.

Ganjar mengingatkan masyarakat memperbaiki perilaku. Jangan merusak lingkungan dengan cara apapun. Sebut saja membuang sampah secara sembarang. Selain itu, pemerintah akan menangani persoalan sedimentasi.

"Suka tidak suka, mau tidak mau, sungai harus dinormalisasi," tuturnya. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help