TribunJateng/

Belasan Siswi Sudah Sampai Sekolah Ternyata Diliburkan Karena Banjir. Lalu Ini yang Mereka Lakukan

Mereka melakukan penggalangan dana dengan masih berseragam sekolah. Aktivitas belajar diliburkan karena sekolah mereka tergenang banjir.

Belasan Siswi Sudah Sampai Sekolah Ternyata Diliburkan Karena Banjir. Lalu Ini yang Mereka Lakukan
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Para siswi menggalang dana untuk korban banjir dengan berjalan kaki menyusuri kampung warga di Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jumat (17/02/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,BREBES-  Belasan siswi SMKN 1 Brebes melakukan aksi galang dana bencana alam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Pemali, Jumat (17/2/2017).

Aksi itu dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri jalan- jalan kecil di Kecamatan Brebes.

"Galang dana ini merupakan bentuk kepedulian kami untuk warga Brebes yang terkena banjir. Galang dana dilakukan untuk memberikan bantuan kepada para korban," kata seorang siswi, Yuliawati (16) saat menggalang dana dengan berjalan kaki di Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan/ Kabupaten Brebes.

Mereka melakukan penggalangan dana dengan masih berseragam sekolah. Aktivitas belajar diliburkan karena sekolah mereka tergenang banjir.

"Sampai sekolah ternyata libur karena banjir. Jadi kami berinisiatif untuk menggalang dana," ucapnya.

Tak ayal para siswi juga harus mengangat rok mereka agar tidak basah saat melewati banjir yang sudah meluas hingga Brebes kota.

Mereka membawa kotak dus dengan tulisan 'galang dana peduli banjir' dan berjalan kaki.

"Apa yang kami lakukan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara kita yang rumahnya terendam akibat bencana," ucapnya.

Tak hanya sekedar menggalang dana, kata dia, aksi ini merupakan bentuk kampanye kepada masyarakat untuk sama-sama mengulurkan bantuan dan prihatin terhadap para korban bencana yang rumah dan harta bendanya tergenang banjir.

Hasil dari aksi penggalangan dana yang dilakukan, akan langsung disalurkan kepada para warga yang membutuhkan di tempat pengungsian dalam bentuk barang-barang kebutuhan pokok.

"Semoga upaya yang kami lakukan bisa sedikit meringankan beban para korban di sana," kata seorang siswi lain, Kartika Hapsari (16). (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help