Dapur Pesantren di Purbalingga Tergerus Longsor

Dapur Pesantren di Purbalingga Tergerus Longsor air sungai Serayu batas Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara.

Dapur Pesantren di Purbalingga Tergerus Longsor
tribunjateng/khoirul muzaki
Dapur Pondok Pesantren Minhajut Tholabah, Kembangan Bukateja Purbalingga tergerus longsor 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Sardi, pengurus Pondok Pesantren Minhajut Tholabah, Kembangan Bukateja, mengaku masih deg-degan saat hujan lebat turun, kemudian debit air sungai Serayu meningkat.

Sementara ia sering beraktivitas di dapur untuk membantu memasak hidangan para santri. Beberapa waktu lalu, tebing setinggi sekitar 20 meter di belakang dapur pesantren longsor sepanjang sekitar 15 meter.

Di bawah tebing, mengalir sungai Serayu yang menjadi batas Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara.

Kejadian itu berbarengan dengan hujan lebat. Aktivitas mengaji saat itu baru akan dimulai. Sejumlah santri dewasa bergegas ke dapur untuk menyelamatkan bahan makanan dan perlengkapan dapur.

"Karena longsornya sudah mepet dengan dapur. Kami takut ada longsor susulan, sehingga barang-barang di dapur kami pindahi," katanya, Jumat (18/2).

Sebelum longsor, kata Sardi, tanah tersebut terlebih dahulu ambles sekitar 30 cm. Oleh para santri dibantu anggota Banser, tanah itu sempat ditutup terpal agar air hujan tidak merembes ke tanah sehingga jenuh air. Untungnya, saat longsor terjadi, mereka yang masih berada di lokasi tidak turut jadi korban.

"Untuk kamar santri dijamin aman. Karena jarak antara kamar dan lokasi longsor cukup jauh. Ini hanya dapur saja yang mepet dengan tebing," ujarnya

Akibat kejadian itu, dapur pesantren ikut terancam. Jarak antara lokasi longsor dengan dinding dapur hanya tersisa satu meter.

Beberapa bagian lantainya telah ambles. Dinding permanen dapur pun telah mengalami keretakan.
Peristiwa serupa pernah terjadi pada 2016. Tebing di belakang kamar mandi santri putri, sekitar 20 meter dari area longsor saat ini, mengalami longsor. Material longsor langsung terbawa arus karena tebing berbatasan langsung dengan sungai Serayu yang mengalir di bawahnya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help