TribunJateng/

Dosen Muda UIN Walisongo Semarang Minta Restu Gus Mus Bentuk Gerakan Silaturahim Kebangsaan  

Tujuan dari Kunjungan tersebut meminta saran sekaligus restu terhadap “Gerakan Silaturahim Kebangsaan” yang digagas oleh para dosen muda UIN

Dosen Muda UIN Walisongo Semarang Minta Restu Gus Mus Bentuk Gerakan Silaturahim Kebangsaan   
Istimewa
30 dosen muda Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang berkunjung ke kediaman KH Mustofa Bisri. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - 30 dosen muda Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang berkunjung ke kediaman KH Mustofa Bisri atau yang lebih dikenal dengan Gus Mus di Komplek Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Kabupaten Rembang, Kamis (16/2/2017) malam.

Tujuan dari Kunjungan tersebut meminta saran sekaligus restu terhadap “Gerakan Silaturahim Kebangsaan” yang digagas oleh para dosen muda UIN Walisongo Semarang.

Dalam kesempatan itu Gus Mus menyampaikan bahwa di tengah suburnya intoleransi, prasangka, fitnah, ujaran kebencian di masyarakat, konsep “yang waras ngalah” sudah tidak relevan lagi.

"Lebih-lebih media sosial kita akan dikuasai oleh orang-orang tidak waras jika orang waras hanya diam”, kata Gusmus, seperti dalam rilis yang dikirim UIN Walisongo Semarang kepada Tribun Jateng, Jum'at (17/2/2017).

Menurut Gusmus, ketika orang tidak waras memenuhi ruang publik dengan kebencian, fitnah dan intoleransi, yang waras juga harus bersuara dengan menyampaikan keyakinan tentang kebenaran dan berhenti ikut serta menyebarkan fitnah dan kebencian.

Gus Mus juga menyampaikan bahwa cara melawan ketidakwarasan hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang baik, karena api tidak dapat dilawan dengan api.

Dikatakan, Gerakan Silaturahim Kebangsaan yang digagas para dosen muda UIN Walisongo ini sebagai respon UIN Walisongo sebagai Perguruan Tinggi Islam, terhadap situasi sosial dan politik saat ini.

"Kunjungan ini juga merupakan wujud kongkrit aksi akademisi untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, kehidupan harmoni dan toleransi, nilai kemanusiaan dan keadilan sekaligus untuk menjaga marwah Perguruan Tinggi sebagai penjaga Moral dan Keadaban publik," kata Nur Hasyim, koordinator dosen muda UIN Walisongo Semarang. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help