MENGEJUTKAN, Bos Samsung Ditangkap setelah Menyumbang Ratusan Miliar yang Diduga Berbau Suap

Lee Jae-yong Bos Samsung Ditangkap setelah Menyumbang Ratusan Miliar yang Diduga Berbau Suap

MENGEJUTKAN, Bos Samsung Ditangkap setelah Menyumbang Ratusan Miliar yang Diduga Berbau Suap
EPA
Lee Jae-yong Bos Samsung Ditangkap setelah Menyumbang Ratusan Miliar yang Diduga Berbau Suap 

TRIBUNJATENG.COM - Lee Jae-yong, pewaris perusahaan elektronik Samsung ditangkap di Korea Selatan, atas tuduhan suap dan berbagai dakwaan lainnya.

Kasus ini terkait dengan skandal yang berujung pada pemakzulan President Park Geung-hye. Perusahaan Samsung dituding memberikan sumbangan kepada yayasan nirlaba yang dijalankan oleh Choi Soon-sil, salah seorang teman Presiden Park, dengan imbalan mendapat bantuan pemerintah.

Baik Lee maupun Grup Samsung menyangkal telah melakukan perbuatan yang salah.
Jaksa menanyai pimpinan sementara Samsung itu pertama kali pada bulan Januari, namun mereka kemudian memutuskan untuk tidak menangkapnya.

Tapi ia kembali diperiksa untuk yang kedua kalinya awal pekan ini. Pada hari Jumat (17/2), pengadilan mengatakan mereka 'menganggap bahwa mereka perlu menangkap (Lee Jae-Yong) terkait dengan tuduhan pidana baru dan bukti baru.'

Kini, penuntut yang menyelidiki kasus ini lebih lanjut mempunyai waktu 20 hari untuk mengajukan dakwaan resmi.

Apa saja tuduhan yang diarahkan terhadapnya?

Para jaksa menuduh Lee memberikan donasi senilai 41 miliar won (atau sekitar Rp 480 miliar) kepada organisasi-organisasi yang terkait dengan teman dekat Presiden Park yaitu Choi Soon-sil.

Diduga, hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan dukungan pemerintah bagi restrukturisasi besar Samsung yang akan membantu transisi kepemimpinan yang mulus dalam mendukung Lee, menggantikan ayahnya yang sakit Lee Kun-hee.

Rencana kontroversial itu membutuhkan dukungan dari dana pensiun nasional - dukungan ini yang merupakan imbalan untuk sumbangan Samsung.

Dalam sidang parlemen di bulan Desember, Samsung mengaku memberikan sumbangan senilai 20.4 miliar won (atau sekitar Rp232 miliar) kepada dua yayasan, tetapi membantah melakukannya untuk memperoleh imbalan.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help