Minggu, Kereta Api Argo Muria Tambahan Beroperasi dari Stasiun Tawang ke Stasiun Gambir

KA Argo Muria Tambahan yang diberangkatkan Minggu (19/2/2017) tersebut bakal membawa tujuh gerbong atau total berkapasitas 350 tempat duduk.

Minggu, Kereta Api Argo Muria Tambahan Beroperasi dari Stasiun Tawang ke Stasiun Gambir
DOKUMENTASI HUMAS PT KAI DAOP IV SEMARANG
Ilustrasi 

Minggu, KAI Operasionalkan KA Argo Muria Tambahan

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Minggu (19/2/2017), PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (KAI Daop) IV Semarang kembali menjalankan atau mengoperasionalkan KA Argo Muria Tambahan relasi Semarang Tawang-Gambir Jakarta. Sementara untuk tujuan sebaliknya Gambir Jakarta-Semarang Tawang dioperasikan pada Senin (20/2/2017).

Menurut Deputy Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop IV Semarang Tamsil Nurhamedi, pengoperasionalan kembali KA Argo Muria Tambahan tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan KA. Terlebih di rute tersebut, jumlah penumpang sangat tinggi, khususnya pada akhir pekan.

“Dari Stasiun Tawang Semarang, KA tersebut berangkat pukul 18.55 dan tiba di Stasiun Gambir Jakarta pukul 00.50. Sementara KA Argo Muria reguler atau yang setiap hari telah beroperasi berangkat pukul 16.00 dan tiba di Jakarta sekitar pukul 22.06,” kata Tamsil kepada Tribun Jateng, Jumat (17/2/2017).

Dia menjelaskan, KA Argo Muria Tambahan yang diberangkatkan Minggu (19/2/2017) tersebut bakal membawa tujuh gerbong atau total berkapasitas 350 tempat duduk (penumpang). KA tersebut dijalankan dikarenakan melihat jumlah ketersediaan atau tingkat okupansi di KA Argo Muria reguler yang sudah 100 persen.

“Hasil pantauan kami, tiket keberangkatan KA Argo Muria reguler berkapasitas 450 penumpang telah ludes terjual. Untuk harga tiket sama seperti yang reguler, yakni Rp 310.000 per penumpang. Selain melakukan penambahan keberangkatan, kami juga berusaha mengoptimalkan rangkaian di KA Argo Muria reguler,” jelasnya.

Optimalisasi itu yakni melalui penambahan 1 gerbong kelas eksekutif berkapasitas 50 tempat duduk di keberangkatan pukul 16.00 tersebut. Sebelumnya atau di perjalanan reguler biasa, jumlah rangkaian di KA tersebut hanya 8 gerbong. Jadi totalnya menjadi 9 gerbong. Selain optimalisasi di KA Argo Muria reguler, langkah serupa juga diterapkan di KA Ciremai Ekspress.

“Di KA rute Semarang Tawang-Bandung itu, kami melakukan penambahan 2 gerbong kelas ekonomi berkapasitas 106 penumpang per gerbong. Itu diberlakukan mulai hari ini Jumat (17/2/2017) hingga Minggu (19/2/2017). Jadi, selama tiga hari itu, total kapasitasnya adalah 568 penumpang. Ada 2 gerbong kelas eksekutif, 4 gerbong bisnis, dan 2 gerbong ekonomi,” jelasnya.

Asisten Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang Eko S Mulyanto menambahkan, melalui operasional KA tambahan serta optimalisasi rangkaiannya tersebut, diharapkan dapat menarik animo masyarakat dalam menggunakan moda transportasi kereta api. Yang tujuannya pula untuk pengurangan beban di angkutan darat lainnya.

“Silakan lakukan pemesanan jika yang memiliki rencana melakukan perjalanan ke KA pada Minggu (19/2/2017). Secara teknis pembelian tiket sama dengan yang lainnya. Yakni bisa di loket stasiun, contact center 121, website tiket.kereta-api.co.id, aplikasi KAI Access melalui ponsel, minimarket, kantor pos, maupun channel eksternal lainnya yang resmi,” ucapnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help