TribunJateng/

Laporan Humas Polres Kebumen

Ricuh Sidang Pembunuhan di PN Kebumen, Pengunjung Minta Nyawa Dibayar Nyawa, Ini Simulasinya

Ricuh Sidang Pembunuhan di PN Kebumen, Pengunjung Minta Nyawa Dibayar Nyawa, Ini Simulasinya,Jumat 17 Februari 2017

Ricuh Sidang Pembunuhan di PN Kebumen, Pengunjung Minta Nyawa Dibayar Nyawa, Ini Simulasinya
tribunjateng/humas polres kebumen
Ricuh Sidang Pembunuhan di PN Kebumen, Pengunjung Minta Nyawa Dibayar Nyawa, Ini Simulasinya 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Sidang putusan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Paijo, berakhir ricuh. Puluhan warga dari pihak korban menginginkan agar Nyawa Dibayar Nyawa, Jumat (17/02).

 Puluhan warga menerobos barikade Dalmas Polres Kebumen yang sejak pagi standby di Kantor Pengadilan Negeri Kebumen untuk mengwal jalannya sidang.

Sejumlah spanduk bertuliskan Nyawa Dibayar Nyawa, Paijo Preman Meresahkan Masyarakat, Kami Minta Keadilan, Paijo Penyakit masyarakat, dibentangkan membuat suasanan semkain mencekam.

Ricuh Sidang Pembunuhan di PN Kebumen, Pengunjung Minta Nyawa Dibayar Nyawa, Ini Simulasinya yang digelar Jumat 17 Februari 2017
Ricuh Sidang Pembunuhan di PN Kebumen, Pengunjung Minta Nyawa Dibayar Nyawa, Ini Simulasinya yang digelar Jumat 17 Februari 2017 (tribunjateng/humas polres kebumen)

Berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh, massa dari pihak korban tidak puas dengan keputusan Ketua PN Kebumen, dan tetap memaksa agar Paijo dihukum sebarat beratnya (dihukum mati).

 Setelah melalui negosiasi antara pihak Pengadilan Kebumen dengan massa pendukung pihak korban, akhirnya dijinkan masuk untuk mengikuti jalannya persidangan.

Karena keterbatasan tempat akhirnya bebrapa perwakilan saja yang diperbolehkan masuk.

Namun ternyata, didalam ruang sidang, massa pro Paijo juga terlihat mengikuti jalannya sidang, namun tempatnya dipisahkan dan dijaga ketat oleh Polres Kebumen.

Saat mendebarkan pun tiba, saat dibacakan putusan hasil musyawarah bahwa terdakwa (Paijo) tidak terbukti bersalah melakukan pembunuhan.

 Buntut dari keputusan itu, massa pendukung korban tidak puas dengan hasil yang telah dibacakan, dan membakar ban bekas sebagai wujud protes.

Saat dimintai keterangan atas aksi ricuh ini, AKP Krida Risanto selaku Kasat Sabhara Polres Kebumen dan sekaligus Perwira pengendali dalam pengawalan sidang putusan Paijo mengatakan, bahwa aksi itu hanyalah simulasi, pelatihan menghadapi massa yang ricuh saat proses persidangan.

 Dijelaskan AKP Krida, Suasana itu memang sengaja diciptakan dalam rangka pelatihan yang melibatkan Polres Kebumen dan Pengadilan Negeri Kebumen dalam mengatasi jalannya persidangan yang ricuh.

Polres Kebumen sendiri menurunkan satu peleton dalmas inti dalam simulasi yang diselenggrakan hari Jumat (17/02) pagi di Kantor Pengadilan Negeri Kebumen tersebut.

Untuk massa dalam aksi itu, diperankan oleh pegawai pengadilan agar situasi mendekati sungguhan dengan aksi yang sebenarnya. (tribunjateng/humas polres kebumen)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help