TribunJateng/

Setelah Upacara di Genangan Air, Kini Siswa SDN Sayung 1 Harus Belajar di Tikar Tanpa Meja dan Kursi

Banjir yang tak kunjung surut di Sayung, Demak berbanding lurus dengan minat belajar siswa-siswi SDN Sayung 1, Demak

Setelah Upacara di Genangan Air, Kini Siswa SDN Sayung 1 Harus Belajar di Tikar Tanpa Meja dan Kursi
Tribun Jateng/Rival Almanaf
Siswa siswi SDN Sayung 1 belajar dengan alas tikar tanpa meja belajar di Balai Desa Sayung, Jumat (17/2/2017). Banjir yang semakin tinggi membuat sekolah mereka tergenang. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Banjir yang tak kunjung surut di Sayung, Demak berbanding lurus dengan minat belajar siswa-siswi SDN Sayung 1, Demak.

Mereka tetap berupaya untuk belajar meski Jumat (17/2/2017), genangan banjir di sekolah tersebut semakin tinggi.

Hal itu membuat siswa dan guru tidak bisa memasuki ruang kelas tersisa yang tidak terendam banjir.

Beruntung Kepala Desa Sayung mempersilakan Balai Desanya untuk melanjutkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

"Hari ini memang KBM dipindah di Balai Desa Sayung, karena banjir yang semakin tinggi tidak memungkinkan anak-anak ke sekolah, yang penting bisa terus," jelas Kepala SDN Sayung 1 Ning Swarti.

Puluhan anak-anak yang pantang menyerah itu rela belajar di atas tikar, dan tanpa meja. Mereka harus membungkuk ketika akan menulis.

"Sebenarnya kami maklum, yang tidak berangkat pun juga tidak terus kami marahi, bahkan absen sementara kami tiadakan, karena memang sedang darurat," tambahnya.

Ia menjelaskan, beberapa hari yang lalu, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Demak sudah meninjau sekolahnya secara langsung.

"Kemarin sudah ke lokasi, Insyaallah tahun ini dari dinas mengalokasikan dana DAK untuk meninggikan ruang kelas," tambah Ning.

Sebelumnya, siswa-siswi SDN Sayung 1 tetap menjalankan upacara bendera meski sekolah mereka masih terendam banjir, Senin (13/2/2017).

Siswa-siswi SDN Sayung 1 tetap menjalankan upacara bendera meski sekolah mereka masih terendam banjir, Senin (13/2/2017).
Siswa-siswi SDN Sayung 1 tetap menjalankan upacara bendera meski sekolah mereka masih terendam banjir, Senin (13/2/2017). (Tribun Jateng/Rival Almanaf)

Meski tidak terlalu pagi, suasana khidmat tetap terasa dalam upacara bendera tersebut. Suara riak-riak air terdengar beriringan ketika tim pengibar bendera menjalankan misinya.

"Kami sudah dua minggu tidak upacara, ini mumpung sedikit surut kami coba gelar upacara," terang Kepala Sekolah Ning Swarti.

Ia menjelaskan, sudah dua minggu banjir sehingga dua kali siswanya tidak menjalankan upacara bendera. Ia khawatir jika terus tidak dilaksanakan rasa cinta tanah air siswanya akan luntur.

"Soalnya kemarin itu banjirnya tinggi hingga sepinggul, ini sudah lumayan surut lapangan upacara cuma terendam semata kaki hingga lutut," jelasnya. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help