TribunJateng/

Laporan Humas Polres Blora

Siswa SMK Ini Hanyut Sejauh 50 Kilometer Ditemukan di Sungai Bengawan Solo Blora

Siswa SMK Ini Hanyut Sejauh 50 Kilometer Ditemukan di Sungai Bengawan Solo Blora, Jumat (17/2/17) siang.

Siswa SMK Ini Hanyut Sejauh 50 Kilometer Ditemukan di Sungai Bengawan Solo Blora
tribunjateng/humas polres blora
Siswa SMK Hanyut Sejauh 50 Kilometer ditemukan di bantaran sungai Bengawan Solo di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jumat (17/2/17) pukul 11.30 WIB. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Mahesa Prasetyono Bin Sarji (18), satu dari dua korban pelajar SMK Santopius Randublatung, Jawa Tengah, yang tenggelam saat sedang mencari burung di sekitar Sungai Kedungglonggong, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Sabtu (04/02/17) lalu, ditemukan di sungai Bengawan Solo Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jumat (17/2/17) pukul 11.30 WIB.

"Korban ditemukan setelah memasuki 13 hari masa pencarian dan sudah bergeser sangat jauh hingga memasuki wilayah perbatasan antar Kabupaten dan Provinsi antara Blora Jawa Tengah dengan Kab. Bojonegoro di bantaran Sungai Bengawan Solo yang kurang lebih berjarak 50 kilometer dari tempat kejadian," kata Kapolsek Cepu AKP Selamet.

AKP Selamet menuturkan awalnya salah seorang saksi bernama Jumadi (50) warga Ds. Sumberpitu, Kec. Cepu, Kab. Blora bersama kedua rekannya bernama Susanto (35) dan Sarijan (36) melihat sesosok mayat yang mengapung di daerah bantaran sungai Bengawan Solo saat dirinya hendak memancing.

Dia kaget kemudian mendekat ternyata benar seorang mayat pria mengambang dengan posisi tengkurap, kemudian saksi 1 (Jumadi) langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke kantor Polisi Polsek Cepu.

Siswa SMK Hanyut Sejauh 50 Kilometer ditemukan di bantaran Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jumat (17/2/17) pukul 11.30 WIB.
Siswa SMK Hanyut Sejauh 50 Kilometer ditemukan di bantaran Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jumat (17/2/17) pukul 11.30 WIB. (tribunjateng/humas polres blora])

Mendapati laporan tersebut, Kapolsek Cepu bersama tim medis langsung meluncur ke TKP untuk memasitikan kejadian tersebut dan melakukan evakuasi jenazah korban dari sungai Bengawan Solo.

"Mengingat identitas mayat tersebut yang sudah susah dikenali dengan kondisi tubuh yang sudah lebam serta membengkak, akhirnya warga dan polisi langsung membawa mayat tersebut ke RSUD Soeprapto Cepu," tuturnya.

Tim kemudian melakukan identifikasi dan visum pada jenazah tersebut, ditemukan butiran peluru senapan angin dalam saku celana korban. Kapolsek pun mengecek dengan mendatangkan pihak keluarga korban. Keluarga mengenalinya dari pakaian yang terakhir dikenakan sebelum kejadian.

"Sudah kami pastikan bahwa korban yang ditemukan di sungai Bengawan Solo adalah salah satu korban meninggal dunia yang hanyut di sungai Kedungglonggong, Randublatung, Blora tanggal 4 Februari 2017 lalu," kataKapolsek Cepu.

Dokter Priyanto dari RSUD Soeprapto Cepu mengatakan, pihak rumah sakit memperkirakan korban sudah meninggal 13 hari lalu. Tanpa adanya ditemukan bekas penganiayaan atau kekerasan pada bagian tubuh korban. Dengan ciri-cirinya, berumur 18 tahun serta berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi 140 cm berat badan 60 Kg. (tribunjateng/humas polres blora)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help