TribunJateng/
Home »

Video

VIDEO Dikunjungi Wakil Walikota, Warga Dinar Indah Bilang Sudah Lelah Kebanjiran Terus

VIDEO Dikunjungi Wakil Walikota Semarang, Warga Dinar Indah Bilang Sudah Lelah Kebanjiran Terus Rabu (15/2) di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang.

VIDEO Dikunjungi Wakil Walikota, Warga Dinar Indah Bilang Sudah Lelah Kebanjiran Terus
tribunjateng/galih permadi
VIDEO Dikunjungi Wakil Walikota Semarang, Warga Dinar Indah Bilang Sudah Lelah Kebanjiran Terus Rabu (15/2) di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Banjir bandang menerjang perumahan Dinar Indah Blok 7 RT 6 RW 26, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Rabu (15/2). Banjir setinggi dua meter disebabkan jebolnya tanggul yang baru ditinggikan tiga minggu lalu.

Ibu-ibu langsung mendatangi Wakil Walikota Semarang, Hevearita G Rahayu yang sore itu meninjau kondisi banjir. Mereka mengadu untuk minta direlokasi. "Bu, kami minta direlokasi saja. Kami sudah lelah kebanjiran terus," kata Ny Fajar kepada Ita, sapaan akrab Hevearita.

Fajar mengatakan banjir kali ini lebih parah ketimbang banjir serupa yang terjadi Minggu (15/1). Saat kejadian ia sedang liburan bersama keluarga. "Banjir kali ini lebih parah dibanding sebulan lalu cuma sekitar 1,5 meter. Solusinya memang harus relokasi. Saya sudah tidak kuat lagi. Masa sebulan sekali kebanjiran. Semua barang di rumah terendam," ujarnya.

Perumahan Dinar Indah Blok 7 di Meteseh kecamatan Tembalang Kota Semarang diterjang banjir setinggi dua meter, Rabu siang (15/2/2017).
Perumahan Dinar Indah Blok 7 di Meteseh kecamatan Tembalang Kota Semarang diterjang banjir setinggi dua meter, Rabu siang (15/2/2017). (tribunjateng/galih permadi)

Sementara itu, Ketua RW 26, Winarno mengatakan sebanyak 44 rumah yang dihuni 31 keluarga terendam banjir. Ia berharap seluruh warga bisa direlokasi. "Kami berterima kasih kepada pemerintah sudah meninggikan talut, tapi kita tidak bisa melawan alam. Tadi banjir cuma 15 menit langsung hampir dua meter. Solusinya kami minta bantuan pemerintah untuk direlokasi ke tempat lebih tinggi," ujarnya.

Winarno mengatakan pengembang perumahan melarikan diri sejak 2015 karena banjir tersebut. "Ada lahan seluas 14.000 meter persegi milik pengembang dan kami minta bantuan untuk direlokasi ke sana. Kami juga sudah mengadu ke DPRD soal relokasi. Setiap banjir kami mengalami kerugian yang tidak sedikit. Kasihan warga," ujarnya. (tribunjateng/galih permadi)

Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help