Warga Perumahan Sinar Waluyo Minta Jalur SORR Digeser

Surat itu terkait dengan proyek pembangunan Jalan Lingkar atau Semarang Outer Ring Road (SORR) Segmen 7 yang menerjang wilayah tersebut.

Warga Perumahan Sinar Waluyo Minta Jalur SORR Digeser
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG --  Komisi C DPRD Kota Semarang menerima surat keberatan warga Jalan Sinar Gemah Timur Raya, komplek Perumahan Sinar Waluyo, Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang Semarang, beberapa waktu lalu.

Surat itu terkait dengan proyek pembangunan Jalan Lingkar atau Semarang Outer Ring Road (SORR) Segmen 7 yang menerjang wilayah tersebut.

Surat itu ditandatangani empat perwakilan warga, yakni Puji Sumarsono, Edy Lisdiyanto, Komari, dan John Richard Latuihamilo tertanggal 3 Januari 2017 lalu.

Berdasarkan surat itu, warga keberatan karena proyek yang saat ini sedang dalam penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) itu tidak melibatkan warga, dan dinilai tidak terbuka.

Warga pun menolak untuk pelebaran jalan, karena tidak sesuai dengan site plan (tata ruang) yang sudah ditetapkan Pemkot Semarang, sehingga menabrak lingkungan perumahan.

Warga pun meminta jalur SORR digeser ke lokasi lain, karena di sisi timur perumahan masih banyak lahan kosong.

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, telah membahas keluhan warga perumahan Sinar Waluyo dalam rapat komisi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Penataan Ruang.

“Keberadaan SORR sangat dibutuhkan untuk mengurai kemacetan. Jika ada masyarakat yang keberatan itu hal wajar. Kami akan bantu menjelaskan hal ini kepada warga,” ujar Pilus, sapaan Kadarlusman, Minggu (19/2).

Masalah baru

Menurut dia, penggeseran jalur SORR yang telah ditetapkan akan berdampak pada timbulnya masalah baru. “Kalau digeser, satu masalah yang timbul yakni terkena lahan di wilayah kabupaten lain, sehingga tidak mungkin,” terangnya.

Komisi C, kata Pilus, akan mendorong pemkot untuk meminimalisir dampak dari proyek SORR terhadap warga.

“Kami juga minta ada proses ganti untung sesuai appraisal, sehingga tidak merugikan warga terdampak,” jelasnya.

Adapun, Wakil Ketua Komisi C, Wachid Nurmiyanto akan membantu warga untuk menemukan solusi yang tepat. “Perlu mediasi yang bijak agar warga tidak merasa dirugikan dengan proyek ini. Proyek SORR harus tetap berjalan karena untuk solusi mengurai kemacetan,” ujarnya. (*)

Penulis: galih permadi
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved