TribunJateng/

Pilkada Serentak di Jateng

Bambang Kusriyanto: Gugatan PDIP Terkait Pilkada Salatiga sudah Terdaftar di MK

Bambang Kusriyanto: Gugatan PDIP Terkait Pilkada Salatiga sudah Terdaftar di Mahkamah Konstitusi (MK).

Bambang Kusriyanto: Gugatan PDIP Terkait Pilkada Salatiga sudah Terdaftar di MK
Tribun Jateng/daniel ari purnomo/dok
Agus Rudianto mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 18 di Tegalrejo Tengah III, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Rabu (15/2/2017). Ia didampingi sang istri, Etha Sumarantini. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Provinsi Jawa Tengah bersyukur surat berikut dokumen pendukung permohonan pengajuan gugatan terhadap penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Salatiga 2017 telah terdaftar resmi di Mahkamah Konstitusi (MK).

Seperti diinformasikan sebelumnya, pada Jumat (24/2/2017) siang, Tim Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPP PDIP telah mendaftarkan dan diserahkan gugatan tersebut di Kantor MK Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta. Gugatan itu pun sebagai tindaklanjut pasca rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kota.

“Ada sekitar delapan hal penting yang kami lampirkan dan menjadi bahan alasan kami, PDIP mengajukan gugatan atas pelaksanaan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga 2017. Satu di antaranya adalah terkait banyaknya jumlah surat suara rusak saat rekapitulasi penghitungan baik di tingkat TPS, PPK, maupun Kota,” kata Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Kusriyanto kepada Tribun Jateng, Selasa (28/2/2017).

Menurutnya, hal tidak logis dan dirasa ada kejanggalan ketika jumlah surat suara yang mengalami atau berkategori rusak mencapai sekitar 3.000 lembar. Setelah ditelusuri, ternyata saat rekapitulasi di tingkat TPS, seakan ada unsur kesengajaan oleh petugas Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS). Contoh hasil temuannya yakni di saat mulai penghitungan, kotak dibuka dan surat suara dibuka.

“Setelah dibuka tidak dibacakan satu persatu. Melainkan ditumpuk menjadi satu, baru kemudian dibacakan yang juga disaksikan saksi. Itu tidak hanya terjadi di satu TPS, tetapi di beberapa TPS. Akibat ditumpuk tersebut, ada surat suara yang dinilai rusak atau tidak masuk ke dalam surat suara sah. Untuk berapa TPS, sudah ada di lampiran, kami tidak hafal,” jelasnya.

Hal lain yang menambah ada upaya-upaya pelanggaran dalam pelaksanaan pesta demokrasi di Salatiga itu, lanjutnya, yakni ada kegiatan revisi penghitungan suara oleh PKK di tiga kecamatan. Revisi atau pengulangan penghitungan suara itu ternyata tanpa sepengetahuan pihak Panwas Kota Salatiga maupun saksi kedua pasangan calon (paslon).

“Itu tentu sudah menyalahi prosedur. Kotak suara yang masuk ke PPK (kecamatan) dibuka kembali dan dilakukan penghitungan ulang setelah dilaksanakan rekapitulasi. Ketiga kecamatan itu adalah Kecamatan Argomulyo, Tingkir, dan Sidorejo. Semestinya, ketika kotak suara yang sudah terkunci rapat serta tersegel, jika hendak dibuka harus disaksikan pihak-pihak terkait. Ini kok tidak,” jelas Bambang.

Dia menambahkan, poin gugatan yang juga tak kalah pentingnya adalah terdapat temuan apabila total surat suara di beberapa TPS, ternyata melebihi dari jumlah pemilih sesuai daftar pemilih tetap (DPT) dan jumlah cadangan yang semestinya hanya 2,5 persen dari jumlah DPT di tiap TPS. Artinya, pihaknya pun mencurigai adanya upaya-upaya penggelembungan suara.

“Yang kami sesalkan hingga akhirnya para saksi baik di tingkat kecamatan maupun kota saat dilaksanakan rekapitulasi enggan bertanda tangan di berita acara, karena tidak mengabulkan permintaan untuk dibuka kembali data lengkap dalam Form C6 Kwk tentang surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih dan Form C7 Kwk tentang daftar hadir pemilih di TPS,” tuturnya.

Secara umum, pihaknya berharap apa yang menjadi latar belakang mengajukan gugatan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan MK dalam menentukan keputusan ke depannya. Pihaknya tentu berharap besar, gugatan atas pelaksanaan Pilkada Salatiga 2017 tersebut dapat dikabulkan. Pihaknya optimis atas hal tersebut. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help