TribunJateng/
Home »

Jawa

Siapakah Pelaku Bom Panci? Inilah Latar Belakangya

Pelaku bom panci di Taman Pandawa, Bandung, diduga kuat berasal dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Yayat Cahdiyat, pelaku pengeboman

Siapakah Pelaku Bom Panci? Inilah Latar Belakangya
istimewa
Pelaku teror bom di Taman Pandawa dan Kantor Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Pelaku bom panci di Taman Pandawa, Bandung, diduga kuat berasal dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Yayat Cahdiyat, pelaku pengeboman yang tewas ditembak polisi, pernah dijatuhi hukuman karena terlibat dalam pelatihan ala militer di pegunungan Jalin Jantho, Aceh, pada 2010 lalu.

"Pelaku sudah pernah ikut latihan di Jalin Jantho, Aceh Besar. Saat itu saya pimpin operasinya, pada 2010. Saat itu tertangkap sekitar 70 orang, termasuk pelaku bom panci di Taman Pandawa, Bandung," ujar Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, ketika ditemui di Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, Senin (27/2).

Menurut Kapolri, kelompoknya itu bisa diketahui dari ucapan pelaku yang meminta teman-temannya yang ditangkap Densus 88, untuk segera dibebaskan. "Ini upaya menarik perhatian, eksistensi agar teman-temannya yang ditangkap Densus dibebaskan. Belakangan kan banyak kasus yang terbongkar atau sedang diajukan terkait serangan bom," ungkap Tito.

Ia menyebutkan identitas pelaku sudah diketahui karena pernah divonis 3 tahun penjara. Selain itu polisi juga telah mengantongi identitas pelaku yang melarikan diri. "Sementara ini kami tidak melihat adanya hubungan kasus bom ini dengan kedatangannya Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud ke Indonesia," kata Kapolri.

Kabagpenum Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, memberi penjelasan serupa. Menurutnya, Yayat Cahdiyat alias Dani alias Abu Salam, pernah tergabung dalam kelompok teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung pimpinan Ujang Kusnanang alias Rian alias Ujang Pincang.

Menurutnya, Yayat Cahdiyat pernah ditangkap di Cikampek pada 2011 karena mengikuti pelatihan militer di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh, pada awal 2010. Yayat divonis tiga tahun penjara.

Martinus mengatakan, petugas masih mendalami motif pelaku melakukan aksi teror tersebut. "Setelah keluar dari penjara pada 2015, petugas masih memantau pergerakannya ke mana saja," jelasnya.

Ketika beraksi di Taman Pandawa, Yayat tampil tenang meski tubuhnya sempat terkena efek ledakan. Jaket parasut dan rompi yang dikenakan terlihat sobek.

"Kena di bagian punggungnya. Tapi tidak berdarah," ujar saksi mata, Rizal Ilala Nugraha (23), warga setempat. Rizal menyebut, tak ada raut wajah ketakutan. Yayat seolah puas pada ledakan bom panci.

"Jadi pas saya kejar sama warga, dia balik badan, terus tertawa sambil mengacungkan belati ke arah warga. Ketawanya itu kayak puas," kata Rizal.

Dia kemudian mengikuti pelaku peledakan bom tersebut sampai di kantor Kelurahan Arjuna. "Tadinya saya kejar itu karena mengira dia pelaku tabrak lari atau apa, nah pas pelajar SMA 6 ikut kejar bilang kalau dia pelaku bom panci," kata Rizal. (coz/sul/cis)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help