TribunJateng/

Taksi Kosti Semarang Keluhkan Pemberlakuan Jalan Satu Arah karena . . .

Penerapan jalan satu arah dikeluhkan sejumlah pengusaha transportasi di Kota Semarang.

Taksi Kosti Semarang Keluhkan Pemberlakuan Jalan Satu Arah karena . . .
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO P
Kendaraan berhenti di bangjo perempatan Bangkong, Jalan MT Haryono, Kota Semarang, Kamis (5/1/2017). Di Jalan ini diberlakukan kebijakan jalur satu arah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penerapan jalan satu arah dikeluhkan sejumlah pengusaha transportasi di Kota Semarang.

Satu di antaranya Taksi Kosti Semarang yang menyebabkan biaya untuk angkutan melonjak hingga 50 persen.

"Jalan satu arah itu punya dampak yang besar untuk kami, biaya untuk operasionalnya meningkat sampai 50 persen," jelas Manajer HRD Taksi Kosti Semarang, Ari Setyo Nugroho, Selasa (28/2/2017).

Dia mencontohkan, ketika menjemput konsumen yang sebelum diterapkan satu arah membutuhkan waktu hanya 10 menit.

Akibat jalan satu arah, kata dia, untuk menjemput konsumen setidaknya lebih lama menjadi 20 menit.

"Waktunya yang lebih lama itu membuat biaya operasional meningkat, karena di jalan jadi lebih lama," kata dia.

Saat ini, pihaknya melakukan efisiensi dengan cara yang semula menjemput konsumen dari titik A. Karena penerapan satu arah, penjemputannya diubah dari titik B.

"Meskipun dari titik A itu secara lokasi lebih dekat, tapi karena jalan searah jadi kami mencari dari lokasi lainnya di titik B," jelas dia.

Namun, diakuinya jika terkadang di titik B tersebut tidak ada armada taksi standby. Pihaknya terpaksa mencari taksi kosong yang tengah berjalan.

"Dengan mekanisme itu, lumayan bisa lebih efisien. Dari semula biaya naik 50 persen, bisa berkurang jadi hanya 25 persen," jelas dia.

Diketahui, Kosti Semarang memiliki sedikitnya 315 armada taksi di Kota Semarang. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help