Yayat Pernah Ikut Merampok Mobil di SPBU untuk Biayai Latihan Militer

Pelaku peledakan bom panci di Lapangan Pendawa, Cicendo, Bandung, Yayat Cahdiyat alias Dani alias Abu Salam (41), pernah terlibat kasus perampokan

Yayat Pernah Ikut Merampok Mobil di SPBU untuk Biayai Latihan Militer
TRIBUNJABAR
BERJAGA-JAGA - Sejumlah polisi melakukan penjagaan di depan Kantor Kelurahan Arjuna setelah pelaku peledakan bom panci yang bersembunyi di kantor tersebut berhasil dilumpuhkan, di Jalan Pandawa, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Senin (27/2/2017). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA- Pelaku peledakan bom panci di Lapangan Pendawa, Cicendo, Bandung, Yayat Cahdiyat alias Dani alias Abu Salam (41), pernah terlibat kasus perampokan mobil di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) wilayah Cikampek, Jawa Barat, pada Maret 2010 lalu.

Hasil perampokan digunakan untuk membeli senjata api dan peluru yang dipakai pelatihan militer di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar. Yayat menjadi anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung pimpinan Ujang Kusnanang alias Rian alias Ujang Pincang.

"Beberapa pelanggaran hukum terkait Yayat Cahdiyat alias Abu Salam ini adalah aktivitas yang dikenal sebagai fa'i (perampokan) di kawasan Cikampek pada 2010. Fa'i merupakan aktivitas perampokan, pencurian, untuk mendapat sejumlah uang yang menurut mereka halal apabila digunakan untuk perjuangan," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/2).

Boy menjelaskan, Yayat bersama Agus Marshal dan Enjang Sumantri melakukan perampokan mobil Toyota Avanza yang parkir di SPBU Kaliasin, Cikampek, Jabar. Yayat dan dua pimpinannya ditangkap pada 25 April 2012.

Namun, tuduhan pidana terhadap kelompok tersebut bukan sekadar perampokan. Petugas Densus 88 Antiteror Polri menangkap mereka atas tuduhan terlibat memberi sokongan logistik untuk kelompok yang melakukan latihan militer di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar, pada 2011.

"Pada 2011, ketika terjadi kegiatan aksi terorisme di Jalin Jantho, Aceh yang melibatkan tersangka lainnya sepeti Dulmatin dan Abu Bakar Ba'asyir sebagai tersangka, nah Yayat ini mempunyai peran dalam proses penyiapan logistik, yaitu penyiapan senjata api dan peluru yang antara lain diperoleh dari wilayah Bandung. Beberapa senjata api itu senjata rakitan," jelas Boy.

Akibat perbuatannya, Yayat divonis pidana penjara selama tiga tahun dan menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang, Banten. Yayat bebas dari penjara pada 2014 atau lebih cepat dari vonis karena karena mendapat pengurangan hukuman.

Setelah bebas, Yayat bersama istri dan tiga anaknya tinggal di Bandung, Jabar. Ia pindah-pindah rumah kontrakan. Dari monitoring intelijen Densus 88, Yayat terpantau kembali bergabung dengan kelompok JAD Bandung.

Dibuka kembali

Lokasi bom panci, Taman Pandawa, dan kantor Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, sudah kembali dibuka untuk umum. "Pukul 14.00 WIB, olah TKP (tempat kejadian perkara) di lokasi pertama dan kedua dinyatakan selesai," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo, Selasa.

Sebelum tewas ditembak petugas polisi, Yayat sempat meledakkan bom panci berisi paku dan bersembunyi di Kantor Kelurahan Arjuna, Senin. Di kantor kelurahan itu Yayat terlibat baku tembak dengan petugas dan melemparkan barang-barang inventaris kantor keluar.

Kapolrestabes menuturkan, selesainya olah TKP oleh Puslabfor Bareskrim Polri dan Inafis Polda Jabar, serta Inafis Polrestabes Bandung, dua TKP yang saat ini masih dipasang garis polisi sudah dapat dibuka. "Jadi bisa dibuka, Kelurahan Arjuna bisa melakukan pelayanan terhitung sejak pukul 14.00, Selasa," katanya.

Beberapa barang bukti berupa panci dan serakan paku sempat ditemukan di Taman Pendawa.Saat disinggung mengenai kepemilikan senjata api, menurutnya, Yayat diduga memiliki senjata tersebut.

"Awalnya kan saya masuk bersama Tim Prabu, karena info awal dia hanya bawa pisau. Tapi pas mencoba masuk terdengar suara tembakan dari lantai dua. Jadi saya langsung perintahkan tim untuk mundur," katanya.

Meski begitu, ia belum bisa memastikan apakah pelaku memang membawa senjata api atau tidak. Seusai pelaku dilumpuhkan, tim Puslabfor Bareskrim Polri dan Inafis Polda Jabar langsung menggelar olah TKP. "Saya belum melihat karena Puslabfor Polri dan Inafis Polda Jabar langsung mengamankan lokasi," katanya. (tribunnetwork/tribunjabar/coz/dra)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help