TribunJateng/

Inilah Nama 6 Bank Yang Kartu Debitnya Bakal Terkoneksi

Anthoni mengatakan, enam bank tersebut adalah BRI, Bank Mandiri, BNI, BCA, Bank Mega, dan Bank DKI Jakarta yang bertindak sebagai acquirer.

Inilah Nama 6 Bank Yang Kartu Debitnya Bakal Terkoneksi
tribunjateng/dok
FOTO DOKUMEN Loket ATM di mall 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Tak lama lagi, integrasi jaringan perbankan dengan penyelanggara switching terwujud.

Anthoni Morris, Direktur Bisnis PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) mengatakan, proses implementasi integrasi antar switching domestik dan pelaksanaan interoperabilitas ATM dan debit sedang dibahas.

“Pada 31 Maret 2017, proses integrasi ini akan siap untuk enam bank dengan tiga penyelanggara switching,” katanya, Kamis (2/3).

Anthoni mengatakan, enam bank tersebut adalah BRI, Bank Mandiri, BNI, BCA, Bank Mega, dan Bank DKI Jakarta yang bertindak sebagai acquirer. Serta, tiga switching adalah Artajasa Pembayaran Elektronis, Alto Network, dan Rintis Sejahtera.

Hermawan Tjandra EVP, Marketing PT Rintis Sejahtera, menambahkan, jika tidak ada aral melintang pada April 2017, pelaksanaan interoperabilitas ATM dan debit sudah berjalan.

Nantinya, enam bank tersebut dapat saling memanfaatkan mesin electronic data capture (EDC) dan jaringan ATM dari tiga penyelenggara swicthing untuk proses transaksi di kartu debit.

Baik Artajasa maupun Prima tak khawatir kehilangan pasar atau kue bisnis dengan adanya integrasi kartu debit. Alasannya, segmen pasar masih besar dan luas untuk menjaring nasabah. Yang pasti, setiap perusahaan akan menjaga kualitas layanan untuk menjaga nasabah dan menjaring nasabah baru.

Santoso Liem, Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengatakan, prinsipnya, konektivitas dengan penyelenggara switching yang sudah dapat izin dari BI yaitu antar switching akan terkoneksi satu sama lain sehingga transaksi melalui kartu debit akan lebih mudah dan efisien.

Setelah proses implementasi integrasi antar switching domestik dan pelaksanaan interoperabilitas ATM dan debit, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang akan Bank Indonesia (BI) lakukan, yaitu interkoneksi uang elektronik di Juni 2017.

Selanjutnya, BI menargetkan implementasi Electronic Bills and Invoices Presentment and Payment (EBIPP) dan perluasan layanan internet, mobile dan e-commerce pada Juni 2018. Lalu, implementasi kartu kredit domestik pada Juni 2019. Terakhir, BI akan melaksanakan pemrosesan transaksi domestik untuk prinsipal internasional pada Desember 2021. (kontan/nina dwiantika)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help