Kasus Narkoba

HEBOH, 25 Narapidana di Lapas Kedungpane Konsumsi Narkoba, Mereka dapat Barang dari mana?

Tim Gabungan Polda Jateng gelar inspeksi mendadak (Sidak) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang, Rabu, (8/3/2017) di Kedungpane.

HEBOH, 25 Narapidana di Lapas Kedungpane Konsumsi Narkoba, Mereka dapat Barang dari mana?
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas/ist
Tim Gabungan Polda Jateng gelar inspeksi mendadak (Sidak) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang, Rabu, (8/3/2017) di Kedungpane. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Tim Gabungan Polda Jateng gelar inspeksi mendadak (Sidak) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang, Rabu, (8/3/2017) di Kedungpane.

Dari rilis yang dapat dari Humas Lapas kelas I Semarang, sidak dimulai pada pukul 06.00 yang difokuskan pada blok narkoba. Pada sidak tersebut dikerahkan juga anjing pelacak untuk melacak adanya narkoba.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar mengatakan menemukan beberapa Narapidana terdeksi positif menggunakan narkoba. Selain itu juga ditemukan pipet narkoba serta telepon genggam.

"Ada 25 narapidana yang positif narkoba dan ditemukan pipet kaca serta handphone yang diduga untuk dijadikan komunikasi dan transaksi," tuturnya.

Ia menuturkan belum dapat membuktikan adanya keterlibatan pegawai Lapas terkait peredaran narkoba. "Kasus akan terus didalami," kata Kombes Krisno.

Kepala Divisi Lapas Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Jawa Tengah, Djoni Priyatno, mengatakan sidak tersebut merupakan kerjasama Polda Jateng, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng serta Bea Cukai.

"Kami terbuka dengan sidak tersebut karena kami ingin membersihkan orang di dalam Lapas," tuturnya.

Djoni mempersilahkan pegawai Lapas diperiksa jika terbukti menggunakan atau mengedarkan narkoba di dalam Lapas. Hal tersebut telah menjadi komitmennya memerangi narkoba di dalam Lapas.

"Jika ada yang kena perlu diselesaikan kalau perlu dipecat. Ini sudah menjadi komitmen dari atasan sampai bawahan," tegasnya.

Kalapas kelas I Semarang, Taufiqurrakhman mengatakan banyaknya narkoba yang beredar di dalam Lapas dikarenakan kurangnya prasarana dan pengamanan pada Lapas Kedungpane. Sarana berupa CCTV yang ada di Lapas pun banyak yang rusak.

"Upaya penyelundupan narkoba ke Lapas pun kerap terjadi melalui pelemparan dari dinding luar dan barang-barang bawaan," jelas Kepala Lapas Kedungpane.

Ia mengatakan narapidana yang positif narkoba dan melanggar tata tertib akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku dapat berupa sel pengasingan, pencabutan hak haknya, tidak boleh dikunjungi dan di pindah Lapas lain. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help