Viral di Medsos

Masjid Unik Semarang Menjadi Viral di Medsos

Masjid unik di Kota Semarang ini terinspirasi bahtera Nabi Nuh. Safinatun Najah (Kapal Penyelamat), demikian nama masjid tersebut

Masjid Unik Semarang Menjadi Viral di Medsos
tribunjateng/budi susanto
Masjid Safinatun Najah berbentuk mirip kapal Bahtera Nabi Nuh di Ngaliyan Kota Semarang, Rabu 8 Maret 2017 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Masjid unik di Kota Semarang ini terinspirasi bahtera Nabi Nuh. Safinatun Najah (Kapal Penyelamat), demikian nama masjid tersebut, kini tenar setelah foto-fotonya viral di media sosial.

Bangunan masjid seluas 2.500 meter persegi ini bediri di atas lahan 7,5 hektare di Jalan Kyai Padak, RT 05 RW 05, Kelurahan Podorejo Kecamatan Ngaliyan Semarang. Berbentuk kapal sangat besar, lengkap dengan jendela berbentuk bulat, buritan, dan haluan.

Selain tempat beribadah, bangunan tiga lantai akan dimanfaatkan sebagai saranan fasilitas umum seperti perpustakaan, ruang pertemuan, dan klinik kesehatan. Untuk sampai ke lokasi, pengunjung harus melewati beberapa perkebunan karet dan persawahan.

Ada perahu di tengah sawah di Ngaliyan Kota Semarang tampak dari google earth ternyata sebuah masjid bernama As Safinatun Nazah.
Ada perahu di tengah sawah di Ngaliyan Kota Semarang tampak dari google earth ternyata sebuah masjid bernama As Safinatun Nazah. (facebooker)

Walaupun belum rampung 100 persen, banyak masyarakat yang datang untuk berswa foto (selfie) karena penasaran. Satu di antara mereka adalah Eva Nurmayasari (22), mahasiswi STIKES Widya Husada Semarang asal Demak. Dia datang bersama temannya Yuyun Ida Andika (22) asal Rembang.

Eva sengaja datang hanya sekedar untuk berselfie, karena menurut dia masjid tersebut sangat unik. "Saya diberitahu ada masjid berbentuk kapal karena teman saya KKN (Kuliah Kerja Nyata) di sekitar sini, langsung saya datang," ujarnya, Rabu (8/3).

Dia berharap masjid ini akan menjadi tempat wisata religi, kelak setelah rampung dibangun. "Katanya juga akan ada perpustakaan, pasti akan banyak pengunjung," lanjutnya.

Mahasiswi semester delapan ini mengaku belum pernah menyaksikan ada masjid berbentuk kapal. "Di tempat saya banyak sekali masjid besar, tapi tidak ada yang berbentuk kapal. Saya akan beritahukan kepada teman-teman kalau ada masjid unik," imbuhnya.

Yadi (50), penjaga masjid Safinatun Najah, membenarkan banyak pengunjung datang meskipun bangunan masjid belum selesai dibangun. "Sampek kesel Mas ngawasine (Sampai lelah mengawasi pengunjung). Ramainya pada sore hari, kadang hingga Maghrib masih ada pengunjung," ujarnya.

Pengurus masjid tidak memungut biaya kepada pengunjung. Yadi hanya berpesan agar pengunjung tidak meninggalkan sampah dan mematuhi tata tertib. "Penjaga cuma dua orang, saya dan Jumani. Karena itu saya minta pengunjung tidak membuang sampah sembarangan," katanya.

Adapun, Muhammad (52), penanggung jawab proyek masjid mengatakan, bangunan baru 90 persen. "Pendiri masjid adalah Kyai Haji Ahmad dari Pekalongan, memang bentuk kapal ini terinspirasi bahtera Nabi Nuh," ujarnya.

Menurutnya masjid belum bisa digunakan beribadah dalam beberapa bulan ke depan. "Pembangunan dimulai tahun 2016. Masjid nantinya untuk masyarakat umum, dan terdapat juga pondok pesantren, dan fasilitas kesehatan yang juga untuk umum," jelasnya. (tribunjateng/budi susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help