Pengumuman SIPSS Hari Ini Diumumkan Secara Terbuka dan Transparan di Akpol

Pengumuman SIPSS ini diumumkan secara terbuka dan transparan. Seleksi disaksikan oleh para peserta beserta orang tua.

Pengumuman SIPSS Hari Ini Diumumkan Secara Terbuka dan Transparan di Akpol
rahdyan trijoko pamungkas
16 peserta yang lolos Rikmin akhir SIPSS 2017 Panda Jateng dan akan mengikuti Administrasi akhir di Mabes Polri 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG -- Puluhan peserta calon Inspektur Polisi menghadiri sidang terbuka pengumuman kelulusan Seleksi Inspekpektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun 2017 tingkat Jawa Tengah di Gedung Manunggal Akademi Kepolisian (Akpol) Kota Semarang, Sabtu (11/3/2017).

Pengumuman SIPSS ini diumumkan secara terbuka dan transparan. Seleksi disaksikan oleh para peserta beserta orang tua. Para peserta yang lulus pada SIPSS tahun 2017 ini akan dikirim ke Mabes Polri untuk melaksanakan fase administrasi terakhir.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Jateng, Kombes Pol Edy Murobowo, mengatakan kuota yang dibutuhkan di tingkat nasional berjumlah 75 orang. Pendidikan akan dilaksanakan selama enam bulan dari tanggal 29 Maret 2017 hingga 29 September 2017.

"Prinsip penerimaan bersih, transparan, dan humanis dalam penyelenggaraan SIPSS,"tuturnya.

Edy mengatakan SIPSS tahun 2017 tingkat Panitia Daerah (Panda) Jawa Tengah diselenggarakan dari tanggal 28 Februari 2017 dengan jumlah peserta 202 orang. Selanjutnya SIPSS Panda Jateng diakhiri pada tanggal 11 Maret 2017 dengan Jumlah peserta yang lolos 44 orang.

"Dari Polda Jawa Tengah yang terpilih untuk mengikuti SIPSS pusat berjumlah 16 orang,"ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan anggota polisi di 35 kota Kabupaten di Jawa Tengah baru tercukupi 80 persen.

Target kebutuhan anggota polisi di Jawa Tengah mencapai 39 ribu personel dan baru terpenuhi 36 ribu personel dari segala tingkatan kepangkatan.

"Setiap tahun Polri menerima anggota baru rata-rata sebanyak 1100 hingga 1200 personel. Sedangkan yang pensiun tidak jauh dari jumlah tersebut. Artinya tingkat pertumbuhan lambat,"tuturnya.

Faktor lambatnya pertumbahan anggota Polri dikarenakan kemampuan anggaran negara yang tidak mencukupi untuk perekrutan anggota baru. Selain itu kondisi calon anggota yang tidak memenuhi syarat dari seleksi .

"Misalnya sudah diberikan kuota tapi ternyata pendaftarnya kurang dan kualitas calonnya juga kurang. Kami menekankan kualitas dari calon,"tuturnya.

Ia menuturkan khusus untuk SIPSS masih diberikan toleransi dari fisik calon peserta. Hal ini dikarenakan rata-rata peserta merupakan lulusan S1 maupun S2. Para peserta SIPSS tersebut direkrut berdasarkan keahlian yang dimiliki dari calon peserta.

"Yang diambil dari mereka itu keahliannya. Jadi harus memiliki profesi,"pungkasnya. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help