TribunJateng/

Warga keluhkan Semrawutnya Pedagang dan Angkot yang Ngetem di Depan Masjid Kauman Semarang

Semrawutnya pedagang dan angkutan umum yang menunggu penumpang di depan Masjid Kauman Semarang, dikeluhkan warga sekitar

Warga keluhkan Semrawutnya Pedagang dan Angkot yang Ngetem di Depan Masjid Kauman Semarang
Tribun Jateng/Budi Susanto
Kemacetan di depan Masjid Kauman Semarang, tepatnya di jalan Alun-alun Barat, Sabtu (11/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Semrawutnya pedagang dan angkutan umum yang menunggu penumpang di depan Masjid Kauman Semarang, dikeluhkan warga sekitar.

Lebar jalan sembilan meter tak bisa menampung kendaraan yang akan melewati depan masjid tersebut.

Ditambah lagi dengan parkir kendaraan roda dua sepanjang jalan tersebut, membuat Kemacetan di depan masjid, tepatnya di jalan Alon Alon barat semakin parah.

Muhammad (52) warga jalan Kauman Glondong kelurahan Bangunharjo Kecamatan Semarang Tengah, yang acap kali melewati jalan tersebut harus mengerutkan dahi, karena jalan hanya bisa dilewati oleh satu kendaraan roda empat.

"Semrawut, Macete ki lo parah (kemacetannya parah), jalan itu lebarnya sembilan meter, sisi kanan dan kiri jalan diisi pedagang, belum lagi angkot yang ngetem sembarangan, saya sampai jengkel sendiri jika mau pulang kerja," ujarnya, Sabtu (11/3/2017).

Dia juga mengatakan, harusnya pedagang ditata ulang, mundur masuk ke pasar YAI, bukan memakan badan jalan.

"Sudah ada pasar, la kenapa pedagang masih makan jalan untuk berdagang, harusnya pedang ditata ulang, kan bisa mundur ke pasar YAI yang khusus untuk pedagang," tuturnya kepada Tribun.

Muhammad menambahkan, kondisi seperti itu sudah berlangsung lama tanpa ada penanganan.

"Dulu, pemerintah memiliki wacana, Kauman mau dibuat kampung Al-Quran, tapi mana realisasinya, kondisi semrawut dan semakin macet saja," imbuhnya.

(*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help